Berita Hulu Sungai Tengah

Abon Cabe Original Ini Buatan Warga Rantau Kaminting, Rasanya Pedes Level Dua

Tak heran, baik saat menyediakan hidangan di rumah maupun di rumah-rumah makan, selalu dilengkapi sambel cabe rawit

Abon Cabe Original Ini Buatan Warga Rantau Kaminting, Rasanya Pedes Level Dua
Hanani
Abon cabe original instant buatan warga Desa Rantau Kaminting, Kecamatan Labuanamas Utara, HST. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - ‎Bagi sebagian orang, makan tanpa rasa pedas sambel cabe, sama halnya bagai sayur tanpa garam.

‎Tak heran, baik saat menyediakan hidangan di rumah maupun di rumah-rumah makan, selalu dilengkapi sambel cabe rawit, maupun cabe rawit segernya. Nah, bagi pencinta rasa pedas, kini tersedia racikan cabai original dalam bentuk kering, yang disebut abon cabe.

Abon Cabe yang 100 persen bubuk cabe original tersebut, buatan warga Desa Rantau Kaminting, Kecamatan Labuanamas Utara, Hulu Sungai Tengah.

Baca: Head to Head & Prediksi Skor Inggris vs Kroasia Semifinal Piala Dunia 2018 Live TransTV

Meski cabai ini instant, namun tak menggunakan bahan pengawet.

"Bisa disimpan berbulan-bulan, karena sudah dikeringkan dan disangrai sehingga awet disimpan, baik di suhu runagan maupun dalam lemari es," ungkap Ketua BumDes Rantau Kaminting, Zul Faisal kepadabanjarmasinpost.co.id, Rabu (11/7/2018).

Baca: Jadwal Penerimaan CPNS 2018, Esok, 11 Juli Mekanisme Seleksi CPNS 2018 Dikupas, Ini Bocorannya

Dijelaskan, warga setempat memproduksi abon cabe berupa bubuk cabe original tersebut dalam kemasan 85 gram, dengan harga Rp 15 ribu per kemasan.

Adapun cara mengonsumsinya abon atau bubuk cabe langsung ditaburkan pada makanan, baik nasi, sop, bakso atau makanan lainnya.
"Rasa yang ditonjolkan memang hanya rasa pedas, karena tidak ada komposisi lain dalam bubuk cabai. Pedasnya hanya level dua," kata Zul.

Adapun jenis cabe yang digunakan, adalah cabe taji. Dijelaskan, Rantau Kaminting merupakan salah satu desa penghasil produk perkebunan jenis sayur-sayuran.

Tiap kali panen, hasilnya berlimpah kadang harga menjadi murah. Agar lebih bernilai jual tinggi, pihaknya bersama konsultan pertanian, Rizal membina warga, agar mengolah cabe taji menjadi produk olahan yang bisa dikonsumsi secara instan.

Cabe kemasan buatan warga dipasarkan oleh BumDes, baik secara langsung maupun secara online.

"Saat ini produksi masih terbatas karena terkendala pemasaran. Kami berupaya memperbaiki kualitas produk, dan mengupayakan bekerjasama dengan ritel modern,"kata Zu Faisal.

(banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help