B Focus Borneo

Kondisi Pegunungan dan Rawa di Wilayah Ini Menyebabkan Banyak Desa yang Sulit Terjangkau Internet

Di Hulu Sungai Selatan (HSS), kendala utama yang dialami mayoritas desanya adalah jaringan internet.

Kondisi Pegunungan dan Rawa di Wilayah Ini Menyebabkan Banyak Desa yang Sulit Terjangkau Internet
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID - Di Hulu Sungai Selatan (HSS), kendala utama yang dialami mayoritas desanya adalah jaringan internet.

Hanya desa-desa tertentu yang memiliki website.

Kondisi kawasan pegunungan dan rawa menyebabkan sinyal internet cukup sulit terjangkau.

Inilah yang menjadi alasan utama masih banyaknya desa yang belum ada memiliki Website.

Sebuah desa yang beruntung sudah memiliki website dan memanfaatkanya untuk menginformasikan pembangunan dan kemajuan wilayah mereka adalah Desa Muning Baru.

Baca: Gong Yoo Ulang Tahun ke 39, Penggemarnya Pun Banjiri Postingan Instagram Bos Manajemennya

Sudah mulai 2015, desa ini sudah mempunyai website yakni google blog muning baru.

Kades Muning Baru, Gusriadi mengatakan, website itu dikelola perangkat desanya sekaligus sebagai operatornya.

"Sampai sekarang masih jalan. Namun, kami masih menggunakan yang gratis. Beberapa kali dicoba mendaftar domain masih belum bisa. Rencananya, kami mau kordinasi dengan Dinas Kominfo HSS," katanya.

Baca: Ada Apa? Kok Tiba-tiba Nikita Mirzani Tampil Berhijab, Uya Kuya dan Billy Syahputra Takjub!

Dengan adanya web yang ada itu, pihaknya menginformasikan terkuat dengan pembangunan desa termasuk anggaran desa, kegiatan desa hingga realisasi dana desa.

"Setiap ada kegiatan akan kami upload ke website. Kendala yang kami rasakan terkait dengan sinyal internet," katanya.

Kendala ini juga dialami oleh Desa Loksado.

Baca: Jadwal Penerimaan CPNS 2018, Ini Kesalahan Peserta CPNS 2017 yang Harus Dihindari Peserta CPNS 2018

Disebutkan Kades Loksado Khairul Sadikin, pihaknya masih belum ada mengelola website. "Kami belum ada punya website karena terkendala dengan sinyal internet," katanya.

Camat Loksado Sar Ifansyah mengatakan, dulu pernah ada beberapa desa di wilayahnya yang mengelola website.

"Untuk beberapa desa awalnya ada yang mengelola website. Namun karena terkendala dengan jaringan internet, sekarang tidak aktif lagi," katanya.

Hal senada juga dikatakan Camat Daha Barat, Kusairi. Dia mengatakan, desa-desa di wilayahnya masih belum ada mempunyai website yang dikelola sendiri karena terkendala dengan jaringan internet.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help