Berita Balangan

Ratusan Karyawan Perusahaan Ini Datangi Kantor Balai Pengawasan Ketenagakerjaan Balangan

Kedatangan mereka dalam rangka menyampaikan keluhan (aspirasi) terkait persoalan gajih yang tak sesuai oleh pihak perusahaan.

Ratusan Karyawan Perusahaan Ini Datangi Kantor Balai Pengawasan Ketenagakerjaan Balangan
elhami
Ratusan karyawan PT Powertech Indonesia yang berada di Kabupaten Tabalong mendatangi kantor Balai Pengawasan Ketenagakerjaan Daerah Wilayah III di Kabupaten Balangan, Rabu (11/7/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Ratusan karyawan PT Powertech Indonesia yang berada di Kabupaten Tabalong mendatangi kantor Balai Pengawasan Ketenagakerjaan Daerah Wilayah III di Kabupaten Balangan, Rabu (11/7/2018).

Kedatangan mereka dalam rangka menyampaikan keluhan (aspirasi) terkait persoalan gajih yang tak sesuai oleh pihak perusahaan.

Informasi dihimpun persoalan gajih yang dikeluhkan oleh para karyawan ini adalah tak sesuainya dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Tabalong.

Padahal pihak karyawan dengan perusahaan yaitu PT Powertech Indonesia sudah bersepakat terkait gajih.

Dalam kesepakatan tersebut disetujui bahwa gaji per jam nya yang harus dibayarkan kepada karyawan Rp 14.600, namun realisinya hanyar dibayarkan Rp 8.000.

Ahmad Yani mewakili seluruh karyawan kepada banjarmasinpost.co.id mengatakan, selain mengeluhkan soal gajih juga soal THR kemarin yang tak sesuai pembayarannya.

"Kesini kami kembali menuntut perjanjian yang telah disepakati dengan pihak perusahaan sekitar bulan Mei tadi salah satunya UMK, sebenarnya pihak perusahaan sudah menjawab akan menyesuaikan dengan perjanjian, namun ternyata tidak dilaksanakan," ujarnya.

Menurutnya, gajih yang tak sesuai ini sudah berlangsung sejak tahun 2017 hingga sekarang, adanya kondisi ini membuat karyawan meliburkan diri sebagai syarat kepada perusahaan sampai dibayarkan gajih sesuai UMK.
Hingga siang hari pihak perusahaan tidak kunjung datang.

"Jika persoalan ini tak selesai maka akan terus berlanjut dan mencari bantuan dengan mendatangi bupati dan sekda," pungkasnya.

Sementara itu Pegawai Kantor Balai Pengawasan Ketenagakerjaan Daerah Wilayah III di Balangan, Helmi Rozali mengatakan, sebelum kasus ini muncul, sebelumnya pembinaan terhadap perusahaan ini sudah dilakukan baik norma kerja maupun norma etika.

Halaman
12
Penulis: Elhami
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help