B Focus Borneo

Warga Bangga Membaca Kegiatan Mereka Tayang di Web Desa

KEBERADAAN web desa online di Kabupaten Balangan bisa dikatakan masih belum maksimal dikelola.

Warga Bangga Membaca Kegiatan Mereka Tayang di Web Desa
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID - KEBERADAAN web desa online di Kabupaten Balangan bisa dikatakan masih belum maksimal dikelola.

Ada banyak faktor yang menyebabkan hal itu terjadi diantaranya kurangnya sosialisasi serta aplikasi bermasalah, padahal keberadaan web desa online ini sangat penting guna mempublikasikan informasi serta pembangunan desa.

Sebanyak lima dari 154 desa di Bumi Sanggam telah mengikuti pelatihan web desa online di Banjarmasin dari Kementerian Desa pada 2017.

Baca: Gong Yoo Ulang Tahun ke 39, Penggemarnya Pun Banjiri Postingan Instagram Bos Manajemennya

Satu desa yang ikut adalah Desa Balida, usai pelatihan web desa online di desa tersebut sempat aktif dan berjalan.

Namun, awal 2018 sudah tak bisa dibuka lagi web tersebut.

Kades Balida, Sahridin mengatakan, web desa online tak jalan sama sekali alias tak difungsikan karena ada masalah database di tingkat pusat.

Baca: Jadwal Penerimaan CPNS 2018, Ini Kesalahan Peserta CPNS 2017 yang Harus Dihindari Peserta CPNS 2018

Pemberitahuan tersebut dikirim lewat SMS dari pengelola provinsi yang berbunyi "Pengumuman, untuk sementara aplikasi web desa online masih dalam maintenance database pusat, akan segera diinfokan apabila sudah up kembali, mohon maaf atas gangguang sistem saat ini".

"Pemberitahuan itu pada 2017 kami terima dan sampai sekarang tidak ada kabarnya lagi, seperti apa tindaklanjutnya," ucapnya.

Dikatakannya, jika terkait menyangkut fasilitas seperti jaringan dan perangkat tidak menjadi persoalan.

Baca: Rizki Ahmad Korban Dipatuk Ular King Cobra Belum Juga Dmakamkan, Ini Himbauan Sekretaris MUI Kalteng

Hanya, yang jadi persoalan adalah tak adanya pendampingan lebih lanjut dari dinas terkait.

Menurutnya, keberadaan web desa online sangat baik untuk kemajuan desa, terutama dari segi pengelolaan informasi dan promosi, dengan adanya web desa online warga bisa melihat langsung sendiri kegiatan apa yang ada di desanya.

"Juga bisa bisa membuat warga bangga, bahkan dulu di desa kami kegiatan pemuda kami upload di web desa online, lalu tayang, dan mereka baca, merasa bangga," katanya.

Selain itu, keberadaan web desa online juga sangat menunjang informasi pembanguna di desa bagi masyarakat luar, mereka yang ingin mengetahui suatu desa tinggal klik saja di web, muncullah informasi tentang desa tersebut.

Oleh karenanya, ia mengharapkan pengelolaan web desa online ini lebih diseriusi lagi oleh pemerintah, terutama ditingkat kabupaten agar pengelolaan informasi bisa berjalan dengan baik dan tersebarkan melalui web desa online.

"Ada yang memberikan tawaran melalui CV untuk pembuatan web baru, namun kami ragu-ragu kalau bermasalah saat pemeriksaan, jika ada arahan jelas dari pihak terkait bisa saja dianggarkan di anggaran desa," ujarnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved