Berita Kabupaten Banjar

Penyuluh Pertanian Kerap Bikin Bingungkan Warga Desa, Ini yang Dilakukan PERHIPTANI Banjar

selama ini banyak kendala dari segi kebijakan masing-masing sektor yang berbeda. Padahal harusnya penyuluh satu dan petani

Penyuluh Pertanian Kerap Bikin Bingungkan Warga Desa, Ini yang Dilakukan PERHIPTANI Banjar
hasby
Kadis Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Banjar, M Fachry dan Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Banjar, Dondit Bekti. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Penyuluh pertanian yang berbeda-beda antara penyuluh tanaman pangan holtikultura dengan penyuluh Dinas Peternakan dan Perkebunan membuat bingung petani. Bahkan pemisahan ini membuat ada desa yang tidak tersentuh penyuluh.

Ketua Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesa (PERHIPTANI) Kabupaten Banjar, Istihani mengatakan selama ini banyak kendala dari segi kebijakan masing-masing sektor yang berbeda. Padahal harusnya penyuluh satu dan petani yang dibina sebenarnya satu juga.

“Kondisi di lapangan selama ini petani yang dibina oleh penyuluh tanaman pangan dan holtikultura dengan penyuluh peternakan dan perkebunan sebenarnya itu-itu saja. Petani kadang bingung,” katanya.

Dengan adanya penggabungan ini maka tentu akan lebih efektif dan efisiean dari segi anggaran. Desa yang Memperpendek birokrsi dan desa yang belum ada penyuluh bisa dibina.

Dijelaskannya, jumlah penyuluh tanaman pangan dan holtikultura ada 152 orang yang sudah berstatus PNS dan tenaga harian lepas tenaga bantu ada 70 orang dan dua pertiga dari Kabupaten Banjar merupakan petani.

“Tentu lebih efektif satu penyuluh satu desa, apalagi ada desa yang memiliki potensi tetapi tidak ada penyuluh. Penggabungan ini maka akan menyentuh semua desa. Permendagri 12 tahun 2017 mudahan cepat direalisasikan,” ungkapnya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupatan Banjar, Muhammad Fachry mengatakan, pihaknya tentu mengapresiasi kebijakan tersebut. Terlebih tantangan dan tuntutan bagi penyuluh pertanian makin besar.

“Mudah-mudahan tahun depan penyuluh saat ini secara kelembagaan bisa jadi satu, dibawah UPTD balai pelaksanaan penyuluh pertanian,” katanya.

Pemkab Banjar sudah langsung menindaklanjuti Permendagri tersebut. Bupati Banjar, Khalilurrahman sudah menyampaikan ke Pemerintah Provinsi Kalsel dan tinggal menunggu persetujuan untuk merealisasikannya.

Kepala Dinas Perternakan dan Perkebunan Kabupaten Banjar Dondit Bekti mengatakan, pada prinsipnya menyambut baik digabungnya UPT Penyuluhan ini.

Dijelaskannya, sesuai fakta dan kondisi saat ini penyuluh dengan adanya pemisahan ada semacam gap. Maka dengan penggabungan tidak ada lagi semacam pembeda, dan penyuluh kembali pada basic.

“Sangat menyambut baik dan secepatnya bisa direalisasi satu atap di UPT. Tinggal menunggu payung hukumnya bisa berupa Peraturan Bupati, saat imi ada 56 orang penyuluh,” jelasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help