Berita Hulu Sungai Utara

Ruangan Cuci Darah di RSUD Pembalah Batung Akan Dibangun, Ini Penjelasan Pihak Rumah Sakit

Agar sesuai dengan standar pelayanan, RSUD Pembalah BAtung berencana membangun ruangan homidialisa.

Ruangan Cuci Darah di RSUD Pembalah Batung Akan Dibangun, Ini Penjelasan Pihak Rumah Sakit
banjarmasin post group/ reni kurniawati

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI – Beberapa bulan lalu pihak  Rumah Sakit Pembalah Batung melakukan presentasi kepada Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Penefri) Prof dr Pranawa di Rumah Sakit Soetomo Surabaya.

Setelah melakukan presentasi tersebut beberapa hal yang perlu dibenahi agar sesuai dengan standar pelayanan, salah satunya dengan membangun ruangan homodialisa.

Direktur Rumah Sakit Pembalah Batung dr Badrus mengatakan saat ini pembangunan ruang hemodialisa sedang dilaksanakan, dan diperkirakan Agustus atau September bisa dioperasikan.

“Ruang hemodialisa dibangun dekat ruang perinatologi, setelah bangunan selesai baru alat-alat akan didatangkan,” ungkapnya.

Baca: Live Indosiar! Live Streaming Indosiar Timnas U-19 Indonesia vs Malaysia Semifinal Piala AFF

Dengan adanya pelayanan hemodialisa pasien gagal ginjal yang ada di HSU bisa ditangani tanpa harus ke rumah sakit lain. Mengingat saat ini pasien dari Kabupaten HSU yang memerlukan penanganan gagal ginjal masih dirujuk ke RSUD H Hasan Baseri Kandangan. Pihak

Penefri juga melakukan survei langsung ke RSUD Pembalah Batung untuk memastikan layanan cuci darah sesuai dengan standar.

Untuk dokter penanggungjawab juga telah siap yaitu dr Debby yang sebelumnya juga diberikan pendidikan di Semarang. Dan saat ini dua orang perawat telah menjalani pendidikan selama tiga bulan untuk membantu dokter dalam menjalankan layanan hemodialisa.

Baca: Satu Calhaj HST Batal ke Tanah Suci, Ini Alasannya

Untuk peralatan pihak rumah sakit bakal bekerjasama dengan pihak ketiga. “Rencananya kami akan menyiapkan empat alat cuci darah, disesuaikan dengan kebutuhan yaitu mampu menangani 30 pasien dengan jadwal cuci darah dua kali dalam seminggu, pasien cuci darah yang kami rujuk saat ini sekitar 20 hingga 30 pasien,” ungkapnya.

Untuk menyediakan fasilitas cuci darah, dr Badrus mengatakan juga perlu mempersiapkan kemampuan cadangan listrik dan air bersih karena peralatannya memerlukan daya listrik yang cukup besar. Pihaknya juga telah mengatur Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk mengelola limbah dari sisa proses cuci darah pasien.

Baca: 5 Fakta Rizki Ahmad, Korban Tewas Dipatuk Ular King Cobra, Dari Ritual Hingga Akhirnya Dimakamkan

dr Badrus menambahkan saat ini pihaknya juga telah melaksanakan uji kompetensi bagi pekerja tenaga kontrak, jumlah tenaga kontrak di RSUD Pembalah Batung memang cukup banyak, dan dengan adanya uji kompetensi ini diharapkan tenaga kontrak yang ada memang memiliki kemampuan yang baik sehingga dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada pasien.

 Uji kompetensi yang dilaksanakan sesuai dengan instruksi Bupati HSU Abdul Wahid, jika hasil uji kompetensi ini ada yang tidak memenuhi syarat maka kontrak akan diputus. Sedangkan jika masih memerlukan penambahan tenaga kontrak akan dibuka secara umum. 

(banjarmasin post group/ reni kurniawati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help