Berita Banjarmasin

Warga Keluhkan Tarif Ambulans di RS Pemerintah yang Mahal, dan Lebih Memilih Naik Taksi Online

Bahkan faktanya oleh pihak penyedia layanan ini dibuat tarif yang berubah ubah bahkan tembus di harga, Rp 2 juta sekali antar

Warga Keluhkan Tarif Ambulans di RS Pemerintah yang Mahal, dan Lebih Memilih Naik Taksi Online
tribunkalteng.com/jumadi
Ilustrasi mobil ambulans 

BANJARMASIN POST.CO.ID, BANJARMASIN - Tarif layanan ambulan angkut jenazah, di Rumah Sakit Milik Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Selatan tidak ada ketentuan yang jelas.

Bahkan faktanya penyedia layanan membuat tarif yang berubah-ubah bahkan tembus di harga, Rp 2 juta sekali antar. Karena tingginya harga sewa mengakibatkan keluarga pengantar jenazah memilih jasa lain selain ambulan resmi.

Tidak ayal banyak pula warga akhir akhir ini memanfaatkan jasa taksi online.

Baca: Driver Online ini Kaget, Ternyata Penumpangnya Orang yang Sudah Meninggal Dunia

Baca: Ini Penampakan Ular King Cobra, Disandingkan dengan Tubuh Rizki Ahmad yang Terbujur Kaku

Sahrani salah satunya, warga Kota Banjarmasin tengan tersebut mau mengatarkan ke Banjarbaru harus menyewa sebesar Rp 400.000.

"Ya bagaimana sih kalau darurat. Sementara kami tidak ada uang waktu itu, sehingga mikir ulang kalau pakai ambulan pihak Rumah Sakit. Makanya saya pilih pakai taksi online saja sudah," kata Sahrani.

Bukan hanya itu saja, ketika kemarin ada warga yang mau memerlukan ambulan untuk orang yang sembuh dari sakit dan kemudian mau pulang ke rumahnya. Salah satu petugas RS, menyarankan untuk meng-order taksi online jika memilih yang leih murah.

"Kalau kami di Rumah Sakit Anshari Saleh sekitar Rp 400.000 an, baik mending ke taksi online," cetuas petugas di Rumah Sakit tersebut.

Dikonfirmasi akan kaitan dengan pelayanan tarif ambulans antar jenazah di Rumah Sakit (RS) Anshari Saleh, Izaak Zoelkarnain menjelaskan bahwa untuk pihak RS sejauh ini masih berdasarkan sesuai tarif Peraturan Guberur (Pergub.) yang berlaku.

"Jadi itu tarifnya berdasarkan pergub yang didasari berdasarkan jarak. Sejenis ada argo, kalau ke Martapura dari RS Anshari Saleh bisa sampai Rp 500.000 dan Rp 600.000. Kalau hanya di dalam kota bisa lebih murah separuh atau seperempatnya tinggal jauh dekatnya saja yang membedakan," kata Direktur RS Anshari Saleh.

Disinggung bagaimana jika warga memilih taksi online dibanding dengan adanya ambulan di Rumah Sakit? Menurut Izaak jika mana itu pasien sembuh kemudian mau pulang itudalah hak dari paseien mau pakai jasa taksi online atau taksi konvesional.

"Akan tetapi kalau jenazah dalam prosedur tetapnya harus atau wajib pakai ambulans jenazah. Sebab itu untuk proteksi keamanan dan kesehatan semua, apalagi misalkan jika jenazah itu ada infeksi dan sejenisnya kan sangat membahayakan. Prioritas pertama yang disarankan adalah milik ambulans rumah sakit. Akan tetapi bisa juga pilih ambulan swasta yang ada kaitan dengan paseien. Misal kalau ambulan dari rukun kemarian di kampungnya. Ya itu kita bolehkan dan diperkenankan, yang penting prosedur tetapnya untuk jenazah harus pakai mobil ambulan jenazah," kata Izaak Zoelkarnain.

PIhak RS sejauh ini, pihak RS masih belum kepikiran untuk menurunkan tarif ambulans di Rumah Sakit sering berkembangnya zaman.

"Ya sejauh ini kami masih belum terfikirkan untuk mau merevisi tarif soal jenis ambulans," kata dia. (Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help