Berita Tanahbumbu

BPPT RI Tinjau Empat Lokasi Tambang di Kabupaten Tanahbumbu, Ini yang Mereka Lakukan

Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT) RI menggelar kerjasama dengan perusahaan Tambang batu bara untuk melakukan pencegahan hujan.

BPPT RI Tinjau Empat Lokasi Tambang di Kabupaten Tanahbumbu, Ini yang Mereka Lakukan
istimewa

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Belakangan ini cuaca hujan melanda sebagian wilayah Kabupaten Tanahbumbu bahkan sempat merendam beberapa desa. Cuaca yang masih tak menentu tersebut juga sangat menghawatirkan.

Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT) RI saat ini menggelar kerjasama dengan perusahaan tambang batu bara yaitu PT Borneo Indobara (BIB) untuk melakukan pencegahan hujan.

Pasalnya, dengan teknologi yang digunakan, hujan bisa diminimalisir untuk turun dengan luas wilayah sekitar 2 KM. Teknologi yang diberi nama Ground Particle genertor (GPG) itu bisa meminimlisir turunnya hujan.

Baca: Pertandingan Juara (3) Piala Dunia 2018 Inggris Vs Belgia Seru, Ini Link Live Streaming-nya

Baca: Korban Miras Oplosan Ternyata Masih Ada yang Masih Hidup, Begini Kondisinya Sekarang

Teknisi atau Investor Rekayasa Ir Pitoyo Sudibyo Sarwono dan Joko Gunawan dari BPPT RI mengatakan, fungsi alat tersebut bisa mengeluarkan partikel sangat halus rata-rata kurang dari 0,3 mm dan hydroscopis akan melepas energi uap air disekitar partikel.

Selain itu, energinya akan mengangkat partikel tersebut. Ketika sampai di dasar awan akan merubah rentang ukuran tetes awan mengecil bahkan meniadakan atau memperkecil kecepatan up draft serta cmeniadakan curah hujan yang turun.

"Alat ini sudah dioperasikan 6 unit di empat lokasi pertambangan PT BIB. Harapan kedepannya, dalam waktu dekat akan dilakukan berbagai pengukuran untuk distribusi ukuran partikel lebih kecil," katanya.

Baca: Ada Anggota DPR RI yang Ditangkap KPK, Ternyata Istri Bupati Terpilih Lho

Menurutnya, dari analisa data-data tersebut, akan memperoleh formula efektif secara enggenering untuk diterapkan. Bahkan setahunya ini menjadi yang pertama di dunia diterapkan di PT BIB.

Ditambahkannya, alat tersebut sudah pernah digunakan saat event Sea Games Palembang pada 2013 lalu, di Internasional Solidariti Game 2013, Banjir di Jakarta pada 2014 dan 2015. Selama penggunannya semuanya sukses.

"Saat kami gunakan memang benar-benar tidak hujan, tapi diluar radius di sekelilingnya malah hujan semua," katanya.

Baca: Meski Jabat Menteri dan Raih Honoris Causa, Rupanya Susi Pudjiastuti Baru Dapat Ijazah SMa

Sementara itu, Kepala BPPT RI, Dr Ir Unggul Priyanto, saat di kantor BIB mengatakan menyambut baikk dengan adanya kerjasama tersebut sehingga bisa memperlancar kegiatan pertambangan tersebut.

"Semoga berjalan lancar karena sistem ini sudah pernah diterapkan dan keberhasilan di SeaGames lalu," katanya yang dilanjutkan dengan penandatangan kerjasama meminimalisir hujan.

Kepala Tektik Pertambangan (KTT) PT BIB, Riadi mengatakan dengan adanya alat tersebut, hujan bisa diminimalisir. Sebab diketahui bersama beberapa pekan, curah hujan tinggi sehingga aktivitas pertambangan terganggu bahkan sempat merendam beberapa desa di Kabupaten Tanahbumbu.

Baca: Kapolri Tito Karnavian Meradang, Perwira Polisi yang Tendang Perempuan Langsung Dicopot

"Terkait masalah hujan ini, kita memang tidak bisa melawan, akan tetapi bisa diminimalisir dengan teknologi penyemaian awan dari darat ini di area konsesi tambang batubara PT BIB," katanya.

Usai pertemuan tersebut, jajaran BPPT RI melakukan demo penggunaan alat GPG untuk meminimalisir hujan. Demo tersebut dilaksanakan di halaman kantor BIB Angsana Kabupaten Tanahbumbu, Jumat (13/7/18). (Banjarmasinpost.co.id/manhidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help