Hobi Burung Hingga Untung Jutaan Rupiah

Burung Perkutut Laras Hati Laku Seharga Rp 350 juta, Ini Kata Pemiliknya.

Bisnis burung perkutut juga dilakoni Winardi Sethiono selain jasa advertising atau iklan billboard.

Burung Perkutut Laras Hati Laku Seharga Rp 350 juta, Ini Kata Pemiliknya.
banjarmasin post group/ nurkholis huda
Peternak burung perkutut Winardi Sethiono saat di kandang miliknya 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Bicara pemeliharaan burung, apalagi burung perkutut di Banjarmasin juga tidak asing yakni Winardi Sethiono atau disebut Win advertising.

Dia memanfaatkan bisnis burung perkutut tersebut selain jasa advertising atau iklan billboard.

Penangkaran perkutut milik Win, dipusatkan di kediamannya di Jalan Brigjen Hassan Basry Kompleks Pondok Indah Metro Kecamatan Banjarmasin Utara.

Baca: Wow, Satu Burung Dijual Seharga Mobil Mewah

Dia membudidaya perkutut sebetulnya sudah dimulainya sejak 1989 silam. Awalnya warga Kompleks Pondok Indah Metro hanya memelihara satu ekor perkutut.

Namun kini, di rumahnya, total ada 400 burung perkutut. Bahkan jenis burung perkutut Win ini juga ada yang unggul dan suaranya bagus di atas rata rata.

"Dari jenis beberapa tersebut, ada yang sempat ditawar Rp 20 juta hingga Rp 50 juta. Tapi burung tidak saya jual. Kalau dulu pernah perkutut namanya Laras Hati saya jual seharga Rp 350 juta ," kata Win.

Baca: Wah, Dari Ternak Love Bird Bisa Raup Rp 5 juta. Sapi dan Kambing Pun Dijual

Di tempat produksi burung putar di Winardi, juga ada varietas unggul yang dibeli di sejumlah daerah pulau Jawa, melainkan Winardi juga rela merogeh kocek demi membeli beberapa perkutut berkualitas dari Thailand. " Iya, kemarin saya membeli 20 ekor perkutut dari Thailand seharga 30 ribu bath atau setara sekitar Rp 12 juta rupiah," ujarnya.

Namun nilai tersebut ternyata tidak semata memenuhi kepuasannya memelihara perkutut sebagai hobi saja.

Melainkan setimpal dengan hasil yang diperolehnya lantaran sekarang burung hasil budidayanya tak jarang dibanderol dari harga puluhan hingga ratusan juta rupiah.

"Iya, kalau dulu saya sendiri beli Rp 50 ribu hingga Rp 300 ribu perekor perkutut saja, masih mikir. Tapi kini setelah mengetahui untungnya sangat menghasilkan, beli satu pasang Rp 50 juta pun saya tidak takut. Karena dengan indukan tersebut, bila satu pasang anakan yang dihasilkannya saja ditawar Rp 5 juta. Kan 10 kali produksi saja, modal sudah kembali, " runutnya.

Baca: Karena Burung Perkutut Miliknya, Sutrisno Bisa Kuliahkan Tiga Anaknya

Tidak hanya itu, menurut Winardi memelihara perkutut sebetulnya seperti mengikuti undian. Siapapun berkesempatan mendapatkan perkutut yang unggul. Karena anakan yang dihasilkan bukan bergantung pada indukan, melainkan garis keturunan atau darah.

Baca: Kapolri Tito Karnavian Meradang, Perwira Polisi yang Tendang Perempuan Langsung Dicopot

"Perkutut juga merupakan burung berbakat, berbeda dengan burung berkicau. Jadi bila burung yang lain melalui proses pemasteran kemudian riskan rusak. Namun perkutut malah tidak, ia yang terlahir sudah bagus, akan terus menghasilkan suara yang bagus pula karena garis darahnya," jelasnya. (Banjarmasinpost.co.id /Nurholis Huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help