Berita Kalteng

Halal Bihalal KBB Palangkaraya Diisi Tausiah Berbahasa Dayak Bakumpai

Acara Halal Bihalal Keluarga Dayak Bakumpai Palangkaraya di Rumah Jabatan Wali Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah

Halal Bihalal KBB Palangkaraya Diisi Tausiah Berbahasa Dayak Bakumpai
istimewa
Kerukunan Keluarga Bakumpai(KBB) Palangkaraya saat menggelar halal bihal di rumah jabatan Wali Kota Palangkaraya 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Acara Halal Bihalal Keluarga Dayak Bakumpai Palangkaraya di Rumah Jabatan Wali Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis malam lalu meriah.

Selain meriah, kegiatan tersebut terasa unik, karena tausiyah atau ceramah agama yang disampaikan oleh Ustadz Abdul Helim,menggunakan bahasa Dayak Bakumpai, menambah meriah halal bihalal kerukunan keluarga bakumpai (KBB) Kota Palangkaraya.

Kontan saja, suasana semakin meriah penuh senyum dan gelak tawa, karena belum pernah dilakukan seperti itu,apalagi penceramahnya memang suka guyon, menambah suasana jadi tambah hidup.

Baca: Wali Kota Riban dan Wakilnya Pamitan Saat Halal Bihalal Warga Dayak Bakumpai di Rujab

Dalam pesan tausyahnya, ustadz yang juga dosen di IAIN Palangkaraya asli kelahiran Magantis Barito Timur ini menyampaikan pentingnya filosofis hidup orang Bakumpai.

Yakni ha’andep hadaduhup (saling membantu dalam menyelesaaikan suatu pekerjaan) serta hahentang saling hagatang (saling mengangkat satu sama lain).

Baca: Dulu Dikenal Sederhana, Begini Kondisi Anggota DPR RI yang Ditangkap KPK

Sekretaris panitia Rus’ansyah, Sabtu (14/7/3018) menyampaikan terima kasih atas bantuan dan kehadiran semua pihak sehingga acara halal bihalal berlangsung dengan sukses dan meriah sehingga tali silaturahmi terus terjalin.

Acara Hasupa berupa silaturrahim dan halal bihalal keluarga besar Dayak Bakumpai, tersebut dilakukan secara sederhana dan berlangsung meriah dan penuh keakraban antara sesama warga Dayak Bakumpai yang ada di Palangkaraya.

Baca: Ini Tata Cara Salat Sunnah Safar Bagi yang Hendak Pergi Haji, Umrah, Perjalanan Jauh Lainnya

Warga Dayak Bakumpai di Kalimantan Tengah jumlahnya ribuan orang dan banyak tinggal di pesisir sungai sehingga kerap disebut Dayak pesisir.

Kebanyakan dari mereka ini adalah penganut agama islam.

Untuk merekatkan silatutahmi, di Palangkaraya dibentuklah kerukunan keluarga Bakumpai yang jumlahnya ribuan orang, dalam momen tertentu organisasi ini juga menggelar kegiatan lomba dan tradisi serta kesenian dayak bangkumpai.

www.banjarmasinpost.co.id/faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help