Berita Hulu Sungai Tengah

625 Hektare Lahan Rawa di HST Bakal Digarap, Ini Lokasi-lokasinya

Untuk pengembangan perluasan lahan pertanian tersebut, pemerintah mulai melirik lahan rawa untuk mendukung peningkatan produksi pangan.

625 Hektare Lahan Rawa di HST Bakal Digarap, Ini Lokasi-lokasinya
Hanani
Peneliti dari Balai Peneliti Lahan Rawa Pempov Kalsel saat meninjau lokasi lahan rawa di Desa Rantaubujur, Kecamatan Labuamamas Utara, Hulu Sungai Tengah, didampingi KAdes setempat, Dandim 1002 Barabai, serta Kabid Tanaman Pangan HST. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Luasnya lahan rawa di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah, belum dimanfaatkan secara maksimal, karena kurangnya pengetahuan petani yang bermukim di sekitar terhadap teknologi pertanian di lahan rawa.

Untuk pengembangan perluasan lahan pertanian tersebut, pemerintah mulai melirik lahan rawa untuk mendukung peningkatan produksi pangan.

Salah satu sasaran Pemprov Kalsel, adalah Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Kepala Balai Penelitian Lahan Rawa (Balitra) Kalsel, Profesor Masganti mengatakan, pada 2018 ini, Kalsel dotetapkan pemerintah pusat sebagai target pembukaan lahan pertanian.

Baca: Mau Nonton LIVE STREAMING Final Piala Dunia 2018 Perancis vs Kroasia, Klik Link Ini di Ponsel

Salah satu sasaran program tersebut, kabupaten HST. Untuk persiapan lahan dan perbaikan infrastrukturnyam jelas Masganti disiapkan anggaran Rp empat juta per hektar.

“Ini baru tahap uji coba, jika berhasil kemungkinan programnya terus berlanjut,” katanya saat Sosialisasi Persiapan Survei dan Investigasi CPCL Optimalisasi Lahan Rawa Lebak HST 2018 di Desa Rantaubujur, Kecamatan Labuanamas Utara HST.

Baca: Dua Rumah di Loksado Ludes Terbakar, Ini Penyebabnya

Disebutkan, di Desa Ratau Bujur ada sembilan kelompok tani, dan di Desa Mantaas, terdapat delapan kelompok tani.

Dua desa tersebut memiliki lahan rawa yang luas membentang, sejauh mata memandang. Dengan dana tersedia, jelas Masganti, diharapkan partisipasi masyarakat menyukseskan program tersebut.

Sampel tanah yang diambil, bakal diteliti di laboratorium. Menurutnya, pembukaan lahan rawa di daerah-daerah, karena saat ini terjadi penyempitan area lahan pertanian di Pulau JAwa.

Baca: LIVE Trans TV & Trans7 Perancis vs Kroasia Piala Dunia 2018, Duel 2 Murid Mantan Pelatih Kroasia

Ha tersebut dampak dari pembangunan infrastuktur dan jumlah penduduk yang terus bertambah. Sementara, 2025 Indonesia menargetkan menjadi lumbung pangan dunia.

“Pemerintah menyadari banyak lahan rawa yang belum dimanfaatkan dan 2018 ini tergetnya satu juta lahan pertanian harus di buka khususnya lahan rawa.

Kegiatan sosialisasi di Desa Rantau bujur tersebut, dihadiri Kepala DInas Pertanian HST Komandan Kodim 1002 Barabai Letkol Inf Nur Rohman Zein, Kabi d Tanaman Pangan HST Sri Supiawarti, Danramil Kasarangan Kapten Barep, Pasiter Kodim 1002 Barabai Kapten Abdi Hermianto serta para penyuluh Pertanian dan perwakilan Camat LAU, aparatur desa Rantaubujur dan Mantas serta masyarakat kedua desa tersebut.

Kepala Dinas Pertanian HST, Zainudin mengatakan, untuk mendukung program peningkatan pangan tersebut, HST menargetkan 625 hektar lahan rawa lebak bisa dibuka dan dimanfaatkan sebagai lahan pertanian.

“Kami menyambut baik program pemerintah pusat ini, dan berharap dukungan serta kerjasama yang baik dengan berbagai pihak dan masyarakat agar kegiatan berjalan lancar,”katanya.

Sementara Dandim 1002 Barabai, Letkol Inf Nur Rohman Zein menyatakan, Gubernur Kalsel telah menunjuk Desa Mantaas dan Rantau Bujur di HST menjadi sasaran program perluasan dan peningkatan produksi pangan, dengan target produksi pangan yang berlimpah.
“Anggaran yang ada harus dimanfaatkan secara maksimal, dankami akan mendukung program ini dei kemajuan daerah ini,” kata Dandim.

(banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved