Berita Balangan

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Meningkat, Balangan Bakal Bentuk Pusat Layanan Terpadu

Kemarin bertempat di Aula Bappeda, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Balangan

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Meningkat, Balangan Bakal Bentuk Pusat Layanan Terpadu
elhami
Sosialisasi Pembentukan Pusat Layanan Terpadu Perlindungan dan Anak (P2TP2A) tingkat kecamatan sekaligus paparan kasus KDRT. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Pemerintah Kabupaten Balangan bersama intansi terkait terus melakukan sosialisasi tentang larangan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Kemarin bertempat di Aula Bappeda, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Balangan menggelar Sosialisasi Pembentukan Pusat Layanan Terpadu Perlindungan dan Anak (P2TP2A) tingkat kecamatan.

Hadir sebagai narasumber dari pihak provinsi, serta pihak Kejari Balangan yang disampaikan oleh Kasi Pidana Umum, Novitasari, SH dengan peserta Camat, Tim Penggerak PKK, Kapolsek, Kepala Puskesmas se Balangan, Kemenang, Tenaga Kesejahteraan Sosial se Balangan.

Baca: Mau Nonton LIVE STREAMING Final Piala Dunia 2018 Perancis vs Kroasia, Klik Link Ini di Ponsel

Salah satu narasumber Novitasari, SH memaparkan kasus kekerasan (KDRT) di nasional dan di Kalsel cendrung meningkat.

Menurut data yang disampaikan, Komnas perempuan mencatat ada 259.150 kasus kekerasan pada perempuan yang terjadi di tahun 2016. Dan 348.446 kasus kekerangan terhadap perempuan ditahun 2017.

Sedangkan kekerasan terhadap anak di tahun 2016 sebanyak 1.799 kasus, dan pada tahun 2017 sebanyak 2.227 kasus.

Baca: Head to Head & Prediksi Skor Prancis vs Kroasia Final Piala Dunia 2018 Live TransTV, Modric Main

Adapun di Kalsel menurut data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, berdasarkan laporan dari Dinas PPPA kabupaten juga terjadi peningkatan.

"Khusus di Balangan sendiri berdasarkan laporan, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak termasuk yang berhadapan dengan hukum pada tahun 2016 ada 12 kasus, dan pada tahun 2017 sebanyak 46 kasus," ungkapnya.

Naiknya kasus ini terjadi karena dua hal pertama memang kasus kekerasan semakin meningkat, yang kedua bisa juga bertambahnya kesadaran masyarakat untuk melaporkan kasus kekerasan.

Baca: Analisa Laga Perancis vs Kroasia Piala Dunia 2018 LIVE Trans TV Trans7, Pembunuh Perancis!

"Jadi kasusnya sama tapi orang semakin sadar bahwa kasus kekerasan tidak bisa dibiarkan begitu saja," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Elhami
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help