Berita Kotabaru

Kemunculan Buaya di Permukiman, Rusian Akui Warga Mulai Resah

Setelah menerkam dan merobek kaki seorang nenek di kecamatan Kelumpang Selatan dan diduga juga menyebabkan kematian

Kemunculan Buaya di Permukiman, Rusian Akui Warga Mulai Resah
Banjarmasinpost.co.id/Helriansyah
Suasana Pelabuhan Empat Serangkai 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Setelah menerkam dan merobek kaki seorang nenek di kecamatan Kelumpang Selatan dan diduga juga menyebabkan kematian seorang bocah di kecamatan Sampanahan, kemunculan buaya kini mulai meresahkan warga.

Keresahan dibalut kecemasan warga terhadap ancaman hewan pemangsa dikenal cukup ganas itu, karena masih sering terlihat berkeliaran.

Bahkan kemunculan reptil pemangsa ini selain di sekitar lokasi Siringlaut, juga kerap muncul di pelabuhan Empat Serangkai, Kompleks Empat Serangkai yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Baca: Lowongan Kerja di Kemenpora, Ini loh Posisi dan Persyaratannya

Bahkan kemunculan reptil berukuran cukup besar, Minggu (15/7/2018) juga meresahkan warga di jalan Tambak Indah Sari, Desa Sungaitaib, Kecamatan Pulaulaut Utara.

"Kawan-kawan dari himpunan balakar saijaan dan pemadam kebaran dan penyelamatan sudah kesana," kata (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotabaru Rusian Ahmadi Jaya kepada banjarmasinpost.co.id, Minggu (15/7/2018).

Baca: Gadis ini Buat Dirinya Seperti Christiano Ronaldo Hanya dengan Make Up

Rusian mengakui kemunculan buaya di beberapa titik di wilayah perkotaan mulai meresahkan warga.

Terlebih setelah adanya kejadian buaya menerkam dan merobek kaki seorang nenek terjadi di kampung Karang Paci, desa Pantai, Kecamatan Kelumpang Selatan.

Selain kejadian di desa Sampanahan, Kecamatan Sampanahan tewas tenggelam diduga diterkam buaya saat berenang di sungai yang diakui warga banyak terdapat reptil penghuni rawa tersebut.

Baca: Restoran Sup Ular Langganan Aktor Mandarin Stephen Chow Resmi Tutup karena Sebab Menyedihkan ini

Menyusul keresahan warga, tambah Rusian, pihaknya sudah beberapa kali berkoordinasi dengan pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

"Bahkan aku juga berkoordinasi dengan pihak di Kodim 1004 Kotabaru. Bagaimana menanggulangi," ujar Rusian yang juga Ketua perkumpulan Himpunan Balakar Saijaan.

Apalagi kemunculan habitatnya sudah di tengah permukiman masyarakat.
Sehingga perlu ada tindakan cepat sebelum menimbulkan korban jiwa.

"Kalau dibiarkan semakin lama semakin banyak habitatnya. Seperti di Siringlaut, bisa ditunggu ketika buayanya muncul langsung tembak. Ya Karena keberadaanya di permukiman dan mulai membuat resah," tandasnya.

 BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah

Penulis: Herliansyah
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help