Berita Banjarbaru

100 Mahasiswa Kalsel Ikut Bela Negara

Selain menjadi pengaman di kampus, Resimen Mahasiswa (Menwa) kini juga dijadikan benteng pertahanan kampus untuk menolak

100 Mahasiswa Kalsel Ikut Bela Negara
banjarmasinpost.co.id/milna sari
pembukaan bela negara dan diksar 2018 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Selain menjadi pengaman di kampus, Resimen Mahasiswa (Menwa) kini juga dijadikan benteng pertahanan kampus untuk menolak ideologi radikalisme dan intoleran masuk kampus.

Hal itu diamanatkan Kepala Kesbangpol Kalsel, Taufiq Sugiono kepada 100 Menwa Suryanata Kalsel yang mengikuti pembukaan bela negara dan diksar 2018 di Rindam VI Mularwarman, Senin (16/07/2018).

Seperti diketahui Menwa Suryanata Kalsel kini merupakan bagian dari Kesbangpol Kalsel yaitu sebagai mitra untuk menekan kerawanan intoleran dan radikalisme di perguruan tinggi.

Baca: Jadwal Penerimaan CPNS 2018 Akhir Juli, Pendaftar Harus Tahu Istilah-istilah dan Siapkan Dokumen Ini

"Iya ini satu-satunya mitra kita yang membantu mewujudkan visi misa bapak Gubernur untuk menjadikan Kalsel aman dan damai," jelasnya kepada Banjarmasinpost.co.id.

Lembaga pendidikan ujarnya bsia saja menhadi diseminasi ideologi intoleran dan radikalisme. Hal itu ungkapnya karena ada indikasi yang ditemukan.

Baca: Update Penerimaan CPNS Juli 2018 - Ini Tempat Tes CPNS 2018 dan Info Jumlah Formasi yang Dicari

Pasalnya ideologi sebutnya bisa masuk ke mana saja karena berupa pemikiran yang diselipkan ke diskusi.

"Seperti hasil dari Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) kemarin kita harus tetap waspada, dan sekarang ini perguruan tinggi di Kalsel aman, dan menwa didorong untuk melakukan pencegahan bukan sudah ada perguruan tinggi yang terindikasi," tambahnya.

Selama bela negara yang diadakan hingga enam hari kedepan peserta ujar Danrindam VI Mularwarman, Kolonel Infantri Iwan Ma'ruf Zainuddin peserta akan di beri materi bela negara, latihan fisik dan PBB.

Baca: Prioritaskan Dua Kategori Pelamar Saat Penerimaan CPNS 2018, Ini Penjelasan Pemerintah

Bela negara dan diksar ini sebutnya adalah yang kedua kali diadakan Pemprov Kalsel.

"Bela negara dan diksar tidak hanya dilakukan oleh TNI dan Polri, tapi juga harus diikuti oleh masyarakat, termasuk yang muda-muda seperti mahasiswa ini, agar mereka lebuh disiplin dan menanamkan nasionalisme ke diri mereka," ujarnya.

Kali itu pembukaan bela negara dan diksar dilakukan oleh Asisten II bidang pembangunan Pemprov Kalsel, Hermansyah Manaf.

Ia juga melakukan pemasangan atribut tanda dimulainya Diksar dan bela negara.

Tahun ini ada 200 menwa Suryanata yang akan mengikuti bela negara dan diksar. Pada gelombang pertama akan diikuti 100 orang, kemudian pada gelombang ke dua 22 Juli nanti juga bakal diikuti 100 orang.

Menwa yang bakal ikut Diksar adalah Menwa dari 13 Kabupaten kota dari 12 perguruan tinggi yaitu ULM, UIN, Uniska, Stkip PGRI, Stia Bina Banua, Uvaya, Politeknik Hasnur, Politeknik Tanahlaut, Asmi, UNU Kase, Institut Agama Darussalam, dan Stai Rakha.

Banjarmasinpost.co.id /milna

Penulis: Milna Sari
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help