Bayi yang Lahir Agustus Berisiko Dua Kali Lipat Terkena Asma, Begini Hasil Penelitian Ilmuwan

Sebuah penelitian menyingkapkan bahwa bulan kelahiran kita ternyata dapat berpengaruh kepada penyakit apa yang menimpa

Bayi yang Lahir Agustus Berisiko Dua Kali Lipat Terkena Asma, Begini Hasil Penelitian Ilmuwan
istimewa
ilustrasi

BANJARMASINPOST.CO.ID – Sebuah penelitian menyingkapkan bahwa bulan kelahiran kita ternyata dapat berpengaruh kepada penyakit apa yang menimpa kita kelak di kemudian hari.

Para ahli percaya bahwa perubahan musiman pada sinar ultraviolet, tingkat vitamin D, dan virus - lebih umum di musim dingin - dapat mempengaruhi perkembangan janin.

Ilmuwan Spanyol memetakan hubungan antara bulan kelahiran dengan 27 penyakit kronis untuk melihat jika ada perubahan dalam hal kesehatan pada waktu lama, dan hasilnya mengejutkan.

Baca: Jeff Kopchia Disebut Sosok Pacar Baru Agnez Mo, Bagaimana dengan Chris Brown?

Pria yang lahir pada bulan September, misalnya, hampir tiga kali lebih mungkin menderita masalah tiroid dibandingkan mereka yang lahir pada bulan Januari.

Bayi laki-laki yang lahir bulan Agustus memiliki risiko hampir dua kali lipat terkena asma dibandingkan dengan yang lahir di awal tahun.

Baca: Capres-Cawapres Pilpres 2019 - Lima Sosok Ini Mencuat, Jokowi Memberi Sinyal Seperti Ini

Demikian pula wanita yang lahir pada bulan Juli memiliki risiko 27 persen lebih didiagnosis dengan tekanan darah tinggi dan 40 persen mengalami inkontinensia.

Universitas Alicante, Spanyol, yang melakukan penelitian terhadap hampir 30.000 orang, juga menemukan bahwa bulan-bulan lain memiliki efek menguntungkan pada kesehatan.

Apa lagi yang mereka temukan?

Baca: Jadwal Penerimaan CPNS 2018 Pekan Depan, Dokumen Wajib Pelamar SMA Sederajat, Cek di Link Ini

Laki-laki yang lahir bulan Juni memiliki risiko 34 persen lebih kecil menderita depresi dan 22 persen lebih kecil menderita sakit punggung bagian bawah.

Sementara wanita yang lahir di bulan Juni memiliki risiko 33 persen lebih rendah terkena migran dan 35 persen lebih sedikit mengalami masalah menopause.

Halaman
12
Editor: Edinayanti
Sumber: Intisari Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help