Berita Kotabaru

Kuota BBM Subsidi Nelayan Akan Habis, 12 Ribu Nelayan Terancam Begini

Sebanyak lebih kurang 12 ribu nelayan tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Kotabaru terancam tidak bisa melaut.

Kuota BBM Subsidi Nelayan Akan Habis, 12 Ribu Nelayan Terancam Begini
banjarmasinpost.co.id/herliansyah
Nelayan di Desa Rampa, Kecamatan Pulaulaut Utara saat melalukan aktivitas di dermaga, selain sebagai nelayan penangkap juga pembuat ikan asin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Sebanyak lebih kurang 12 ribu nelayan tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Kotabaru terancam tidak bisa melaut.

Tidak ada pilihan, agar tetap bisa melaut nelayan bakal kembali menggunakan minyak tanah dicampur oli bekas untuk operasional mesin perahu mereka.

Persoalan pelik bakal kembali mengadang ribuan nelayan kecil di Kotabaru, karena berdasar perkiraan kuota bahan bakar minyak (BBM) jatah untuk nelayan sudab habis dalam waktu dekat atau pada Agustus mendatang.

Baca: Capres-Cawapres Pilpres 2019 - Lima Sosok Ini Mencuat, Jokowi Memberi Sinyal Seperti Ini

Akan segera habis kouta jatah BBM nelayan, berdampak langsung terhadap ribuan nelayan menyusul terhentinya layanan di tiga tempat solar paket dialer nelayan (SPDN) yang ada di Kotabaru.

Salah satunya bakal dialami nelayan Rampa, kecamatan Pulau Sebuku Kotabaru.

Lebih kurang 200 nelayan di desa tersebut tidak cuma menghadapi persoalan cukup pelik, terhentinya layanan di SPDN, akan memaksa mereka kembali menggunakan minyak tanah (mitan) sebagai bahan bakar operasional mesin perahu mereka.

Baca: Jadwal Penerimaan CPNS 2018 Pekan Depan, Dokumen Wajib Pelamar SMA Sederajat, Cek di Link Ini

"Khusus di desa saya (Rampa) Pulau Sebuku saja jumlah nelayan lebih 200. Belum lagi desa lainnya di Pulau Sebuku," kata H Ilham Kepala Desa Rampa kepada banjarmasinpost.co.id, Senin (16/7/2018).

Mewakili ratusan nelayan di desa Rampa, Ilham berharap sebelum kuota BBM jatah nelayan habis sudah ada penambahan dari pihak terkait.

"Kalau habis bagaimana lagi nelayan kami. Terpaksa kembali lagi pakai minyak tanah dicampur oli bekas sebagai alternatif. Saya harap cepat ada tambahan kuota," harap Ilham melalui telepon selular.

Baca: Prioritaskan Dua Kategori Pelamar Saat Penerimaan CPNS 2018, Ini Penjelasan Pemerintah

Celakanya kendati adanya alternatif bahan bakar (mitan dicampur oli bekas) untuk operasional mesin, itu hanya akan menambah kesengasaran nelayan. Karena penggunaan bahan bakar tidak sesuai peruntukan mengancam kerusakan onderdil mesin perahu mereka.

Sementara itu, Zufriansyah salah satu nelayan Pulau Sembilan, Kecamatan Pulau Sembilan Kotabaru, mengatakan dampak bakal dialami nelayan selain kesulitan bahan bakar.

"Jelas resah nelayan. Sementara kalau tidak melaut mau makan apa," ucap Zufri kepada banjarmasinpost.co.id.

Sedangkan mayoritas warga di Pulau Sembilan berprofesi nelayan, melaut merupakan satu-satunya pekerjaan mereka dalam mencari nafkah keluarga dan kebutuhan lainnya.

"Harapan saya ke pemerintah bagaimana solusinya," katanya.

BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah

Penulis: Herliansyah
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved