Home »

Techno

» News

Mitos Sering Tatap Layar Gadget Sebabkan Mata Minus, Ini Pendapat Ahli

Ini adalah eranya kita menghabiskan banyak waktu dengan memandangi layar komputer, termasuk gawai atau gadget.

Mitos Sering Tatap Layar Gadget Sebabkan Mata Minus, Ini Pendapat Ahli
THINKSTOCK.COM
anak main gadget 

BANJARMASINPOPST.CO.ID - Ini adalah eranya kita menghabiskan banyak waktu dengan memandangi layar komputer, termasuk gawai atau gadget.

Tetapi, tetaplah bijaksana mengatur waktu agar tidak sampai berlebihan. Bagian tubuh yang paling nyata terkena dampak dari kebiasaan itu adalah mata.

Baca: Jadwal Penerimaan CPNS Dilakukan Akhir Juli 2018, Ini Situs Resmi Informasi & Pendaftarannya

Anda mungkin menyadari mata yang terasa lelah dan juga pusing setelah berjam-jam menatap layar komputer.

Para ahli menyebutnya dengan sindrom penglihatan komputer atau kelelahan mata digital.

Dilansir dari Huffingtonpost.com, selain durasi pemakaian yang lama, sindrom penglihatan komputer juga terjadi akibat penerangan yang buruk, cahaya yang menyilaukan dari layar, serta postur tubuh yang buruk.

Baca: Ada Ubur-ubur di Gaun Pengantin Dimas Anggara & Nadine Candrawinata, Ini Penjelasannya

Sindrom tersebut juga akan memicu mata kering. Menurut penelitian, kita berkedip 66% lebih sedikit saat sedang menatap layar gawai, sehingga mata pun kering atau seperti sensasi terbakar.

Walau gawai menyebabkan mata lelah, tetapi ternyata bukan pemicu gangguan penglihatan rabun jauh atau mata minus.

Memang saat ini jumlah orang yang menderita rabun jauh semakin banyak, termasuk anak-anak, tetapi para ahli belum yakin jika penyebabnya adalah penggunaan gawai.

Baca: Drummer Asal Indonesia Ini Unjuk Kebolehan Saat Final Piala Dunia 2018 di Moskow

Menurut Melanie A Schmitt, dokter spesialis mata dari Universitas Wisconsin, AS, saat mata kita bekerja melihat jarak dekat (misalnya membaca artikel di situs atau melihat Instagram), agar penglihatan fokus maka otot-otot kecil akan bekerja dengan mengubah lensa mata.

"Terlalu lama melakukan pekerjaan jarak dekat untuk mata dapat menyebabkan kelelahan pada mata. Tetapi apakah ini murni karena layar komputer masih belum jelas," kata Schmitt.

Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan kondisi rabun jauh, misalnya genetik, terlalu banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan, bahkan juga irama sirkadian tubuh.

Baca: Sempat Tak Boleh Pulang Saat Nyantri di Ponpes Gontor, Ini Penjelasan Nikita Mirzani

Penelitian jangka panjang mengenai efek gawai pada kesehatan mata juga masih terus dikembangkan.

Studi terbaru pada tikus menyebutkan, cahaya LED seperti yang dipakai di layar komputer bisa merusak retina mata. Tapi, belum tentu hasilnya sama pada manusia.

Sementara ini para ahli masih menyebutkan bahwa gawai hanya memicu mata lelah dan juga rasa pusing.

Baca: Pasangan Suami Istri Lempar Bom Panci ke Mapolres Indramayu, Ini Faktanya

Untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada mata atau pun kelelahan, selalu ikuti rumus 20-20-20: Setiap 20 menit lakukan jeda selama 20 detik dengan menatap jauh yang berjarak sekitar 20 kaki.

Anda juga bisa mengatur cahaya di layar komputer agar tidak terlalu terang. Bila perlu, gunakan tetes mata untuk mengatasi mata kering.

Editor: Rendy Nicko
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help