Berita Tanahlaut

Tim Gabungan Sibuk Padamkan Kebakaran Lahan, Kades Gunungraja Pun Minta Bantuan Ini

Itu karena tiga titik api muncul bersamaan di tiga lokasi berbeda, yaitu di Desa Tabanio, Kecamatan Takisun

Tim Gabungan Sibuk Padamkan Kebakaran Lahan, Kades Gunungraja Pun Minta Bantuan Ini
Istimewa
Regu pemadam gabungan berjibaku melawan api yang membakar lahan tidur di Desa Tabanio, Takisung dan Desa Nusaindah, Kecamatan Batibati, Senin (16/7/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI- Tim gabungan pemadam kebakaran lahan dan hutan di wilayah Kabupaten Tanahlaut masih sibuk, Senin (16/7/2018).

Itu karena tiga titik api muncul bersamaan di tiga lokasi berbeda, yaitu di Desa Tabanio, Kecamatan Takisung, di Desa Nusaindah dan Desa Banuraya Kecamatan Batibati.

Sementara, kobaran api di Desa Gunungraja, Kecamatan Tambangulang sudah padam setelah berjibaku selama empat jam, dari pukul 14.21 Wita hingga pukul 18.21 Wita.

Baca: Beruang Kambali Serang Warga Banjar, Petani Karet Ini Wajah dan Tubuhnya Luka-luka

Kepala Pengendali Operasi Manggala Agni Tanahlaut, Dody Ronald mengaku patroli gabungan tim Karhutla selama kemarau ini lebih digiatkan.

Dody menjelaskan tim gabungan pemadam juga sedang sibuk melakukan pemadaman api yang membakar lahan tidur di wilayah Kecamatan Takisung dan Kecamatan Batibati.

Sementara itu, Kepala Desa Gunungraja, Samsiar mengaku mengajukan permohonan bantuan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tanahlaut.

Baca: BREAKING NEWS - KPK Geledah Kantor PLN Pusat, Ini Kasusnya

Permohonan itu terkait mesin pompa air, selang pemadam kebakaran, tandon penampung air. Itu untuk mengantisipasi kemungkinan kebakaran lahan susulan.

"Luas lahan tidur dan lahan garapan di Desa Gunungraja sekitar 1025 hektare. Lahan yang terbakar kemarin belasan hektare," katanya.

Anton Koswoyo, dosen Politeknik Negeri Tanahlaut, berpendapat, kebakaran lahan itu karena dua faktor, faktor manusia (sengaja dibakar) atau faktor alam.

Faktor alam terjadi karena kawasan Gunungraja adalah lahan Gambut. Lahan Gambut saat musim kemarau mengeluarkan gas Metan yang mudah terbakar sendiri saat kena panas matahari.

"Cara menanggulangi yang paling mungkin dilakukan adalah membangun kanal (saluran air/parit) agar saat terjadi kebakaran, tidak merembet ke rumah penduduk. Bisa juga membangun sumur bor agar saat kebakaran lebih mudah memadamkan api," katanya.

(Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help