Piala Dunia 2018

2 Orang Tewas, 292 Ditangkap, Penjarahan Toko Terjadi Saat Perayaan Prancis Juara Piala Dunia 2018

Ya, dua orang dilaporkan tewas ketika merayakan keberhasilan tim nasional Perancis menjadi juara Piala Dunia 2018.

2 Orang Tewas, 292 Ditangkap, Penjarahan Toko Terjadi Saat Perayaan Prancis Juara Piala Dunia 2018
(AFP/LUDOVIC MARIN)
Polisi Perancis menggunakan meriam air untuk membubarkan massa yang merayakan keberhasilan Kylian Mbappe dkk menjuarai Piala Dunia di Rusia Minggu (15/7/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Perayaan Prancis sebagai juara Piala Dunia 2018 ternyata berujung maut.

Ya, dua orang dilaporkan tewas ketika merayakan keberhasilan tim nasional Perancis menjadi juara Piala Dunia 2018.

Dilansir Metro via Newsweek Senin (16/7/2018), satu orang di Annecy tewas karena terjatuh di kanal dangkal sehingga menderita patah tulang leher.

Adapun Daily News mengabarkan, seorang pria berusia sekitar 30-an di Oise tewas setelah mobil yang dikendarainya menabrak pohon.

Baca: Jadwal ICC 2018 Hari Pertama, Manchester City vs Borussia Dortmund, Bayern Munchen vs PSG

Departemen Pemadam Kebakaran Oise menulis di Twitter, jajarannya telah melakukan pertolongan pertama. Namun nyawa pria itu tak tertolong.

"Kami mengimbau pejalan kaki, pesepeda, maupun pengendara motor untuk lebih berhati-hati. Kami tidak ingin perayaan ini berakhir dengan air mata," tulis dinas PMK Oise.

Setelah Perancis memastikan gelar juara dunia kedua dengan skor 4-2, jutaan warga tumpah ruah di jalan-jalan Perancis.

Media Jerman Deutsche Welle melaporkan, para fans memanjat kios koran, atap pemberhentian bus, dan mengibarkan bendera serta bernyanyi.

"Lagu kebangsaan Le Marseillaise berkumandang, klakson dibunyikan, dan bendera dibentangkan," ulas Deutsche Welle.

Baca: RCTI Gelar Siaran Langsung Liga Champions Musim 2018-2019, Catat Jadwalnya

Aksi perayaan itu tidak berlangsung damai. Dilaporkan terjadi bentrokan antara polisi dengan fans, di mana 292 di antaranya ditangkap.

Halaman
12
Editor: Murhan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help