BPJS Tak Lagi Menanggung Penuh Obat Kanker Payudara Ini, Harganya Jauh dari Kata Murah

Biaya pengobatan bagi pasien penderita kanker memang jauh dari kata murah.

BPJS Tak Lagi Menanggung Penuh Obat Kanker Payudara Ini, Harganya Jauh dari Kata Murah
intisari online
mahalnya obat Trastuzumab Herceptin yang tidak lagi ditanggung oleh BPJS 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Biaya pengobatan bagi pasien penderita kanker memang jauh dari kata murah.

Selama ini, BPJS Indonesia masih menjamin biaya pengobatan pasien kanker.

Hingga akhirnya banyak penderita kanker yang bisa merasakan pengobatan mulai dari obat oral hingga kemoterapi dengan biaya iuran bulanan yang masuk akal.

Sebuah kasus viral baru-baru ini tentang seorang penderita kanker yang ditolak saat akan menjalani kemoterapi kanker payudara HER2 positif dengan obat ampulTrastuzumab.

Baca: Daftar Hadiah untuk Lalu Muhammad Zohri, Juara Dunia Lari, Mulai Rumah Baru Hingga Jadi PNS

Obat ini lazim diberikan pada pasien kanker payudara HER2 positif yang masih memiliki harapan hidup tinggi.

Trastuzumab juga kerap disebut dengan Herceptin, obat yang diberikan minimal 8 hingga 16 kali pada pasien positif kanker payudara HER2.

Satu ampul Trastuzumab dihargai Rp25 juta. Harga yang cukup mahal jika kita harus membelinya sendiri.

Padahal untuk tiap pasien perlu 8 ampul, berarti 1 pasien perlu dana hingga Rp200 juta hanya untuk 1 jenis obat trastuzumab ini.

Baca: Penerimaan CPNS 2018 Pada Akhir Juli, Ini Situs Resmi dan Informasi Pendaftarannya

Trastuzumab hingga saat ini dinilai sebagai obat yang paling efektif dalam membantu pasien kanker payudara HER2 untuk bertahan hidup.

Bahkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyarankan trastuzumab sebagai salah satu obat esensial dalam perawatan kanker paydudara.

Halaman
123
Editor: Edinayanti
Sumber: Intisari Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved