Sabu 20 Kilogram

Terkait Kasus Sabu 20 Kilogram, Kapolda Kalsel Ingin Pelaku Dihukum Mati

Direktorat Narkoba Polda Kalimantan Selatan yang kerap membongkar kasus narkoba mendapatkan apresiasi dari Kapolda Kalsel Irjen Rachmat Mulyana.

Terkait Kasus Sabu 20 Kilogram, Kapolda Kalsel Ingin Pelaku Dihukum Mati
banjarmasin post group/ irfani rahman
Kapolda Kalsel Irjen Rachmat Mulyana saat menunjukkan paketan sabu seberat 20 kilogram yang berhasil diamankan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID,BANJARMASIN - Kinerja petugas Direktorat Narkoba Polda Kalimantan Selatan yang kerap membongkar kasus-kasus narkoba dengan barang bukti sangat besar mendapatkan apresiasi dari Kapolda Kalsel Irjen Rachmat Mulyana.

Rachmat mengaku hal ini telah ia laporkan secara langsung ke Kapolri Jendral Tito Karnavian dan berharap anggota mendapatkan penghargaan dan reward dari Kapolri.
"Ini masih kita kembangkan mudah-mudahan dapat lebih banyak lagi," paparnya.

Baca: Mekanisme Penerimaan dan Pendaftaran CPNS 2018 Via sscn.bkn.go.id, Berikut Bocorannya

Pada kesempatan ini Irjen Rachmat pun mengaku miris bahwa Kalsel menjadi daerah tujuan para pengedar. Ia pun mengaku segaja mendatangkan pihak Kejaksaan, Pengadilan dan lainnya pada ekspose kasus ini.

Baca: Gerhana Bulan Total Super Blood Moon 28 Juli 2018 Nanti, Ini Dampaknya Buatmu Berdasarkan Zodiak

Karena sesuai pasal 114 ayat 2 seseorang tersangka yang memiliki lebih dari lima kilogram sabu bisa dipidana mati.

"Saya bawa rekan-rekan kriminal justice system ke sini, Kalsel sasaran empuk pengedar dulu 18 kilo sekarang 20 kilo, ineks sekian ribu. Coba kita test case mungkin ada hukuman mati dari Kalsel, saya berharap itu, bukan saya pengaruhi kehakiman, tapi bunyi pasal seperti itu," papar Rachmat .

Baca: Ditangkap Saat Bawa 49 Paket Sabu Seberat 20 Kilogram, 2 Orang Ditangkap Saat Mengendarai Ini

Sementara itu dua pelaku yang ditanya terlihat lebih banyak diam. Keduanya hanya mengatakan baru sekali membawa sabu dan dijanjikan upah Rp 8 juta.

(banjarmasinpost.co.id/irfani rahman)

Penulis: Irfani Rahman
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help