Berita Hulu Sungai Utara

95 Pasangan dari Kecamatan Pandawan Nikah Siri, Ini yang Dilakukan Mereka

Ternyata masih adanya warga yang belum mencatatkan pernikahannnya secara sah ke Kantor Urusan Agama karena nikah siri.

95 Pasangan dari Kecamatan Pandawan Nikah Siri, Ini yang Dilakukan Mereka
istimewa
Pasangan nikah siri jalani sidang isbat di KUA 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI- Ternyata masih adanya warga yang belum mencatatkan pernikahannnya secara sah ke Kantor Urusan Agama karena nikah siri,  mereka  kesulitan saat harus berurusan dengan administrasi negara, akibat tak memiliki buku nikah.

Untuk membantu warga mengatasi masalah tersebut, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah  bekerjasama dengan Pengadilan Agama Barabai dan Kemenag HST kembali menggelar istbat nikah atau pengesahan pernikahan siri, Kamis (19/7/2018) di halaman Kantor Kecamatan Pandawan. Sidang istbat nikah tersebut diikuti 95 pasangan, yang telah menjalani rumah tangganya hinga puluhan tahun.

Sidang diselenggarakan Pengadilan Agama, dengan menugaskan majelis hakim istbat nikah.

Baca: Kabag Humas Resmi Dilaporkan ke Polres Batola, Diduga Pukul Penjaga Kubah Hingga Berdarah

Pada sidang tersebut, pernikahannya mereka yang belum tercatat di KUA dengan berbagai alasan dari pemohon disahkan sejak setekah sidang. Selanjutnya pemohon bisa mendapatkan buku nikah, sehingga bisa membuat identitas kependudukan seperti akta kelahiran  anak.

Pelaksanaan Sidang Itsbat Nikah ini merupakan sidang ketiga untuk kecamatan Pandawan berdasarkan Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 1 tahun 2015,  tentang pelayanan terpadu sidang keliling pengadilan negeri dan pengadilan agama dalam rangka penerbitan akta pernikahan, buku nikah dan akta kelahiran.

Baca: Lempengan Beton Proyek Duta Mall Jatuh dari Lantai Tiga dan Timpa Rumah, Ini yang Terjadi

Staf ahli Bupati Bidang Administrasi Umum H  Supiani menjelaskan, ada perbedaan yang mendasar antara isbat nikah dengan nikah massal, masing-masing berimplikasi pada hukumnya  yang berlaku surut. Meski isbat nikah dilakukan saat ini, status hukum pernikahan siri suami-istri  diakui keabsahannya sejak pernikahan tersebut dilakukan.

Sebaliknya, meskipun  meskipun sudah menikah siri, beberapa tahun lalu, suami-istri yang melakukan nikah massal sekarang, maka status pernikahannya dihitung sah sejak sekarang. “ Jadi dengan isbat nikah status pernikahan jadi jelas. Status anak-anak jelas. Harta bersama juga jelas dan mendapat perlindungan hukum ,“ katanya.

Baca: Iis Dahlia Juga Pernah Dibully Karena 4 Kejadian Ini, Sebelum Ramai Video Audisi KDI

Baca: Ujian Sistem CAT Untuk Soal CPNS 2018 Bisa Dipelajari di Situs Ini Loh

Supiani mengimbau peserta itsbat nikah tidak perlu khawatir lagi karena sudah sah mendapat pengakuan hukum dari negara. Mereka pun bisa langsung mendapat buku nikah dan hak-hak kedua belah pihak terjamin secara hukum.          

Pelayanan terpadu sidang itsbat nikah bagi pemohon, jelas Supiani,  sangat penting dalam mewujudkan kepastian hukum pernikahan yang belum terdaftar. Selain untuk memberikan perlindungan, juga mendapat pengakuan terhadap status pribadi dan status keluarga.

“Sekaligus menjadikan tertib administrasi kependudukan. Jangan sampai anak cucu kelak, mengalami kesulitan mengurus  administrasi akibat pernikahan orang tuanya tak  didaftarkan,”pungkasnya.

(banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved