Berita Hulu Sungai Selatan

Kalah Cepat dengan Perahu Penyetrum, Puluhan Ikan Hasil Illegal Fishing di Sungai Haur Diamankan

Tim gabungan patroli perairan berhasil mengamankan satu unit perahu bermesin (perahu ces) yang digunakan untuk melakukan kegiatan penyetruman.

Kalah Cepat dengan Perahu Penyetrum, Puluhan Ikan Hasil Illegal Fishing di Sungai Haur Diamankan
istimewa/Humas Polres HSS
Suasana patroli perairan di wilayah Daha Utara. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN-Tim gabungan patroli perairan berhasil mengamankan satu unit perahu bermesin (perahu ces) yang digunakan untuk melakukan kegiatan penyetruman.

Giat gabungan yang dilakukan pada Rabu, (18/7) siang hingga sore hari ini juga mengamankan puluhan kilo ikan air tawar hasil ilegal fishing yang dilakukan oleh para Penyetrum.

Sayangnya, giat yang dilakukan di Perairan Sungai Haur Desa Pandak Daun Kecamatan Daha Utara ini gagal melakukan penangkapan terhadap pelaku penyetruman.

Baca: Jadwal Siaran Langsung ICC 2018 - Dimulai Manchester City Vs Borussia Dortmund Live TVRI

Kecepatan perahu masih menjadi kendala yang dialami oleh tim gabungan. Perahu dari penyetrum lebih cepat dan memang didesain bisa melewati rumput liar di sungai sehingga sulit untuk dikejar.

Kabag Ops Polres HSS Kompol Heri Munanto mengatakan pelaku penyetruman ikan terpantau oleh tim gabungan patroli di wilayah Perairan Sungai Haur Desa Pandak Daun Kecamatan Daha Utara.

Baca: Selain Usir Peserta Audisi Dangdut Tanpa Make Up, Iis Dahlia Juga Pernah Diserang Netizen Karena Ini

Saat dilakukan pengejaran pelaku melarikan diri. Namun ada pelaku penyetrum yang memilih kabur dengan perahu lainnya dan meninggalkan perahu dan hasil tangkapan ikannya.

"Perahu ces dan hasil tangkapan ikannya kami amankan. Untuk pelakunya berhasil melarikan diri," katanya, Kamis, (19/7).
Kegiatan patroli itu dikatakannya melibatkan personil dari Sabhara, Polsek Daha Utara, Polsek Daha Selatan, Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) dan dinas perikanan HSS.

"Untuk patroli perairan akan terus rutin kita laksanakan tiap bulannya. Namun lokasi tergantung situasi di lapangan," lanjutnya.
Patroli rutin dilakukan untuk mencegah adanya kegiatan ilegal fishing di wilayah perairan Kabupaten HSS.

Baca: Hasil (Skor) Martapura FC vs Mojokerto Putra : Skor Babak Pertama 3-1, Dominan!

Pihaknya juga terus menghimbau agar masyarakat di wilayah HSS tidak melakukan kegiatan ilegal fishing.

Patroli perairan menjadi kegiatan rutin Polres HSS dalam rangka menjaga kondusifitas, menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).
Selain itu untuk mencegah terjadinya gejolak sosial dan kondisi yang mendorong munculnya gangguan kamtibmas, seperti penyetruman ikan yang sering menjadi pemicu persoalan konflik warga dengan penyetrum.

Baca: Jadwal Pendaftaran CPNS 2018, Lewat @BKNgoid BKN Ingatkan Hal Ini Agar Tak Termakan Hoax

Sekadar diketahui, penyetruman ikan dapat merusak habitat ikan dan dapat mengakibatkan kerusakan potensi perikanan.
Bahkan bisa menyebabkan kebakaran hutan dan lahan karena ulah penyetrum yang sengaja membakar semak belukar untuk membuka jalur mencari ikan.

(banjarmasinpost.co.id/aprianto)

Penulis: Aprianto
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved