Permohonan Maaf Kemenpora Telat Apresiasi Juara Dunia Karate Tradisional Fauzan

Permohonan maaf disampaikan Kementerian Pemuda dan Olahraga ( Kemenpora) karena terlambat memberikan apresiasi

Permohonan Maaf Kemenpora Telat Apresiasi Juara Dunia Karate Tradisional Fauzan
facebook
Fauzan Karateka Banjarmasin Juara Dunia 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Permohonan maaf disampaikan Kementerian Pemuda dan Olahraga ( Kemenpora) karena terlambat memberikan apresiasi kepada karateka Fauzan, atlet karate yang meraih juara dunia di Ceko.

Kemenpora menyampaikan permohonan maaf melalui rilis resmi yang dipublikasi di situs www.kemenpora.go.id.

Fauzan, atlet asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menjadi juara dunia dalam WASO World Championship di Ceko pada Januari 2018.

Namun, Fauzan mengaku, tak ada apresiasi dari pemerintah atas prestasinya. Bahkan, untuk pendanaan keberangkatan ke Ceko, ia harus meminta bantuan dari berbagai pihak.

Baca: Deddy Corbuzier Undang Fauzan Juara Dunia Karate Tradisional di Hitam Putih, Kisah Pilu Menuju Ceko

"Atas keterlambatan pemberian apresiasi dan koordinasi pada Fauzan ini, Kemenpora menyampaikan permohonan maaf," demikian rilis Kemenpora.

Kemenpora menyatakan tak bermaksud untuk tidak memberikan perhatian kepada Fauzan atas prestasi yang dicapainya dan menyampaikan kebanggaan terhadap pencapaian atlet berusia 20 tahun itu.

Sementara, mengenai penghargaan yang diberikan kepada pelaku olahraga berprestasi, merujuk UU No.3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional, khususnya Pasal 86.

Baca: NEWSVIDEO - Janji Kapolda Kalsel pada Juara Dunia Karate Tradisional, Siap Bantu Jadi Polisi

Untuk pemberian dan bentuk penghargaan serta pelaksanaan pemberian penghargaan diatur dengan Peraturan Presiden. Kemenpora menegaskan tidak ada diskriminasi dalam hal pemberian penghargaan.

"Meskipun sejauh ini regulasi yang ada masih lebih fokus mengatur pemberian penghargaan untuk olahraga prestasi. Hal ini semata-mata mendorong para atlet untuk lebih berprestasi di olahraga prestasi yang menjadi perhatian masyarakat," demikian pernyataan Kemenpora.

Beri penghargaan untuk Fauzan Rencananya, Menpora Imam Nachrawi akan memberikan penghargaan kepada Fauzan dalam waktu dekat.

Menpora juga memerintahkan jajaran terkait di Kemenpora untuk memanggil pengurus Federasi Karate Tradisional Indonesia (FKTI), Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Fauzan, dan pelatihnya.

Baca: Jadwal Siaran Langsung Timnas U-16 Indonesia di Piala AFF U-16 2018 Live Indosiar

Pemanggilan ini terkait pembahasan soal pola dan mekanisme serta prosedur yang harus ditempuh dalam pengiriman atlet ke luar negeri, terutama untuk atlet olahraga rekreasi seperti karate tanpa pemberitahuan pemerintah. Akan tetapi, ketika berprestasi menuntut penghargaan dari pemerintah.

Kemenpora juga telah berkomunikasi Kepala Dispora Kalimantan Selatan terkait pekerjaan yang layak bagi Fauzan. Seperti diberitakan, saat dihubungi Kompas.com, Fauzan mengaku tengah menunggu kelanjutan lamaran sebagai anggota Satpol PP Pemprov Kalimantan Selatan, setelah sebelumnya gagal seleksi menjadi polisi.

Kemenpora juga membantah anggapan tidak memberikan penghargaan terhadap cabang olahraga karate karena tidak sepopuler sepak bola dan bulutangkis.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kemenpora Minta Maaf karena Terlambat Apresiasi Juara Dunia Karate Fauzan"

Editor: Murhan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved