Berita Banjar

Tak Berikan Kontribusi ke Daerah, PT BIM Minta DPRD Banjar Bersabar

PT Banjar Intan Mandiri (BIM) menjadi sorotan karena sejak didirikan pada 2008 hingga sekarang tidak memberikan kontribusi bagi keuangan daerah.

Tak Berikan Kontribusi ke Daerah, PT BIM Minta DPRD Banjar Bersabar
banjarmasinpost.co.id/hari widodo
Assisten II Nyoman Yudiana dan Plt Dirut PD PBB Rusdiansyah saat hadir memenuhi panggilan Komisi II DPRD Banjar. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA — PT Banjar Intan Mandiri (BIM) menjadi sorotan karena sejak didirikan pada 2008 hingga sekarang tidak memberikan kontribusi bagi keuangan daerah. Komisaris PT BIM, I Nyoman Yudiana meminta agar DPRD Kabupaten Banjar bersabar.

Ditemui di ruang kerjanya di Pendopo Kabupaten Banjar, I Nyoman mengatakan, PT BIM dibentuk dengan status holding company membawahi PD Baramarta dan PD Pasar. Sampai sekarang status masih holding company artinya masih membawahi Baramarta dan PD Pasar.

Pada 2013 PT BIM melakukan pendekatan ke kementerian ESDM untuk mendapatkan PKP2B eks PT Baramulti seluas enam ribu hektar. Sekarang tahap investasi penambangan bersama tiga kontraktor.

Ketiga kontraktor itu adalah BPP, PSDI dan PT Alif Jaya. Sudah melakukan kegiatan perencanaan, boring, desain tambang dan tahapan berikutnya pada bulan ini.

Baca: Link Pengumuman Hasil Seleksi Jalur Mandiri Unair 2018 (Universitas Airlangga) Kamis (19/7), Klik!

“Namanya investasi tambang, tentu memerlukan waktu dan kajian-kajian dari ESDM. Pada 2017 menyetorkan dana landgreen kepada kementerian ESDM sebesar Rp 2,3 miliar sebagai syarat batian untuk melakukan pertambangan,” katanya, Kamis (19/7).

Pihaknya sudah menyetorkannya menggunakan dana operasional. Tahun ini sudah meminta kontraktor melakukan pembebasan lahan masyarakat dan menjadi harapannya akhir tahun sudah berjalan aktifitas pertambangan PT BIM.

Baca: Klik 2 Link Pengumuman PPMB Unair 2018 (Universitas Airlangga), Kamis (19/7) Pukul 19.00 WIB

“Kami mohon maaf kepada masyarakat, saat ini memang belum bisa memberikan deviden bagi keuangan daerah,” ucap Pria yang juga menjabat Asisten Pembangunan dan Ekonomi Pemkab Banjar.

Adapun areal kerja PT BIM ada di tiga kabupaten, yakni Kabupaten Banjar, Banjarbaru dan Tanah Laut. Luasan areal di Kabupaten Banjar seluas 2.600 hektar mulai Gunung Ulin, sampai Desa Biih Karang Intan, Kiram dan masuk ke daerah Bajuin.

“Seluas 2.500 hektar di Banjarbaru dan 800 hektar di Tanah Laut. Tapi kami fokus di Kabupaten Banjar terlebih dulu, potensinya diperkirakan dua juta ton,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, pihaknya menginginkan melepas PD Baramarta dan PD Pasar, tinggal menunggu persetujuan di DPRD Banjar.

Baca: Ujian Sistem CAT Untuk Soal CPNS 2018 Bisa Dipelajari di Situs Ini Loh

Halaman
12
Penulis: Hasby
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved