Berita Balangan

VIDEO Ruang Kelas Digembok Pemilik Lahan, Murid MTs Ainul Amin Terpaksa Menumpang di Sekolah Lain

Informasi berhasil dikumpulkan banjarmasinpost.co.id bahwa H Rasidi merupakan salah satu sebagian pemilik tanah dimana bangunan

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Ruang Kelas Baru (RKB) yang dijadikan kantor guru di MTs Ainul Amin Desa Tebing Tinggi Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Balangan dipagari oleh seorang warga yang diketahui bernama H Rasidi.

Informasi berhasil dikumpulkan banjarmasinpost.co.id bahwa H Rasidi merupakan salah satu sebagian pemilik tanah dimana bangunan sekolah tersebut berdiri.

Bangunan tersebut dipagari dan digembok olehnya, adapun persoalan yang dipermasalahkan diketahui adalah dua anaknya merasa diberhentikan oleh pihak yayasan sebagai guru disekolah tersebut.

Baca: Bocah Pernikahan Dini Hadir di Hitam Putih, Ini yang Dibahas dr Boyke dan Deddy Corbuzier

Sehingga H Rasidi meminta dan menuntut agar pihak yayasan merombak kepengurusan terutama mengganti pimpinan yayasan.

Saat ini bangunan sekolah dipagari dengan seng dan sebagian ruangan digembok, pihaknya tidak mengijinkan ada aktifitas belajar mengajar di sekolah tersebut sebelum ada tindak lanjut atas tuntuntan yang disampaikan.

Baca: Denada Ungkap Ciri Awal Putrinya, Shakira Sebelum Divonis Leukimia

Sementara itu, proses belajar mengajar tetap dijalankan meski tak maksimal yaitu meminjam sementara ruang kelas belajar milik madrasah aliyah.

Pihak yang berhasil dikonfirmasi banjarmasinpost.co.id adalah Amrullah selaku salah satu pengurus yayasan ainul amin yang menjabat sebagai sekretaris.

Ia mengatakan, bahwa apa yang disampaikan oleh H Rasidi terkait anaknya yang diberhentikan itu tidak benar, yang sebenarnya jam mengajar milik anaknya tersebut hanya di isi supaya tidak terjadi kekosongan pada jam belajar, karena datang lambat yang dikarenakan anaknya tersebut juga ada jadwal mengajar di SDN Tebing Tinggi.

Baca: Lokasi Kongkow Baru di Banjarmasin, Tempat Ini Sediakan Kopi Antasari

Sementara anak yang satunya lagi karena hamil kemudian cuti melahirkan sehingga tak turun kesekolah, seolah-olah merasa diberhentikan.

Nah terkait soal tanah yang sebagian milik H Radisi itu, yang dihibahkan olehnya sejak 2010 sampai sekarang tak ada realisasinya.

Sehingga pihak yayasan sedikit menekan anaknya agar H Rasidi mau menyerahkan surat hibah tanah yang pernah dijanjikan olehnya.

Dengan adanya surat tanah tersebut supaya pihak yayasan bisa leluasa dalam pembangunan dan juga bisa diusulkan statusnya menjadi negeri kedepannya, karena salah satu syaratnya adalah menyertakan surat tanah.(banjarmasinpost.co.id /Muhammad Elhami)

Penulis: Elhami
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help