Berita Tanahlaut

Wow! Guru Sumpung Minta Ganti Rugi Rp 17,5 Miliar, Ini yang Dituntutnya

Mantan Kepala Desa Mekarsari, H Soetomo mendatangi Mapolres Tanahlaut, Kamis (19/7/2018) sembari membawa dokumen kepemilikan tanah miliknya.

Wow! Guru Sumpung Minta Ganti Rugi Rp 17,5 Miliar, Ini yang Dituntutnya
Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid
Mantan Kepala Desa Mekarsari, H Soetomo mendatangi Mapolres Tanahlaut membawa dokumen kepemilikan tanah miliknya, Kamis (19/7/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI- Mantan Kepala Desa Mekarsari, H Soetomo mendatangi Mapolres Tanahlaut, Kamis (19/7/2018). Ia membawa dokumen kepemilikan tanah miliknya seluas empat hektare dengan surat penunjukan batas.

Kepada para wartawan, pria yang dikenal dengan sebutan Guru Sumpung itu mengaku meminta pihak Polres Tanahlaut melakukan mediasi dengan manajemen perusahaan pertambangan batu bara di wilayah Kintap.

Menurutnya, upaya mediasi itu dilakukan karena permasalahan tanah miliknya itu tidak diganti rugi dan tak dapat dimanfaatkan lagi sebagai lahan garapan pertanian karena sudah rusak.

Awal mula kepemilikan tanah garapan itu diakuinya setelah mengikuti program Transmigrasi Pemerintah pada 1984 silam. Kemudian lahan garapan itu memiliki surat hak milik yang dikeluarkan BPN pada 1991 lalu.

Baca: Link Pengumuman Hasil Seleksi Jalur Mandiri Unair 2018 (Universitas Airlangga) Kamis (19/7), Klik!

Belakangan, lahan miliknya itu masuk dalam areal aktivitas pertambangan batu bara yang dilintasi conveyor sejak 2011 lalu hingga kini tak mendapat ganti rugi.

Kemana saja sejak 2011 hingga enam tahun ini? Guru Sumpung mengaku berani menuntut ganti rugi lahannya itu setelah sertifikat lahan miliknya disertai dengan terbitnya berita acara pengukuran pengembalian batas tanahnya dari BPN Tanahlaut pada, Juni 2018 ini.

Baca: Dewan Juri Lebih Soroti Baju Peserta Audisi, Fatin Shidqia: Ini Talent Show untuk Nyanyi

Sejumlah upaya sudah dilakukan pihaknya secara langsung menghadap dengan manajemen perusahaan pertambangan batu bara di wilayah Kintap. Cuma upaya itu selalu mengalami kebuntuan sehingga polisi dipilih menjadi mediator permasalahan yang dialaminya.

Baca: Ujian Sistem CAT Untuk Soal CPNS 2018 Bisa Dipelajari di Situs Ini Loh

"Saya berharap mediasi di Mapolres Tanahlaut berhasil. Tuntutan saya sederhana saja, sebesar Rp 17,5 miliar. Itu perhitungan pembebasan lahan saya dan fee jalan atau kompensasi lahan," ujarnya didampingi istrinya.

Sebelumnya, Guru Sumpung mendatangi penasihat hukum pada Pos Bantuan Hukum Pengadilan Negeri Pelaihari untuk berkonsultasi terkait permasalahannya. (banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help