Bumi Antaluddin

Wujudkan Masyarakat Sehat di HSS Melalui Germas

Forum koordinasi gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) dengan lintas sektor digelar Dinas Kesehatan (Dinkes)

Wujudkan Masyarakat Sehat di HSS Melalui Germas
istimewa/Protokol dan Kehumasan.
Forum koordinasi gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) dengan lintas sektor digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Forum koordinasi gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) dengan lintas sektor digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

Kegiatan yang berlangsung Rabu, (18/7) di Kandangan ini di buka langsung oleh Penjabat Bupati HSS H Dahnial Kifli dan dihadiri 35 orang perwakilan dari lintas sektor.

Pj Bupati HSS Dahnial Kifli mengatakan bahwa Germas menjadi sebuah pilihan dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik.

Kegiatan yang berlangsung Rabu, (18/7) di Kandangan ini di buka langsung oleh Penjabat Bupati HSS H Dahnial Kifli dan dihadiri 35 orang perwakilan dari lintas sektor.

Kegiatan yang berlangsung Rabu, (18/7) di Kandangan ini di buka langsung oleh Penjabat

Bupati HSS H Dahnial Kifli dan dihadiri 35 orang perwakilan dari lintas sektor.

(istimewa/Protokol dan Kehumasan.)

Gerakan ini perlu digaungkan di tingkat provinsi sebagai acuan bagi semua pimpinan daerah, pimpinan institusi pemerintah dan masyarakat, perguruan tinggi dan dunia usaha untuk mengawali dan melaksanakan kegiatan Germas di lingkup tanggung jawabnya masing-masing.

Pentingnya forum komunikasi Germas diharapkan dapat membantu pemimpin daerah dalam melaksanakan instruksi Presiden nomor satu tahun 2017 tentang Germas yang merupakan bagian sangat krusial.

Menurut Dahnial, sesuai instruksi tersebut, pertama harus menyusun dan menetapkan kebijakan daerah yang diperlukan untuk pelaksanaan Germas di wilayahnya.

Penjabat Bupati HSS H Dahnial Kifli
Penjabat Bupati HSS H Dahnial Kifli (istimewa/Protokol dan Kehumasan.)

Kedua, melakukan fasilitasi, koordinasi, pemantauan dan evaluasi pelaksanaan Germas di Kabupaten/Kota di wilayahnya dan ketiga, melaporkan pelaksanaan Germas kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

"Optimalisasi kelompok kerja (Pokja) Germas juga harus dilakukan dengan komitmen yang kuat, tidak hanya sekadar melakukan pembentukan, tanpa kejelasan tugas dan fungsi," katanya.

Pihaknya mengajak untuk bersama-sama menyatukan persepsi dalam suatu mekanisme kerja Pokja Germas, untuk mensinergisitaskan pelaksanaan program dan kegiatan Germas secara nasional.

Sehingga akan memudahkan dan menentukan pelaksanaan evaluasi serta monitoring ke depan secara tepat, sesuai dengan kondisi dan situasi masing-masing daerah.

Pelaksana harian (Plh) Kabid Kesehatan Keluarga dan Promosi Kesehatan Dinkes HSS, Salahudin mengatakan bahwa di Indonesia telah terjadi transisi epidemiologi, yaitu pergeseran pola penyakit dan sebab kematian dari penyakit menular yang selama ini ditakutkan ke penyakit tidak menular seperti stroke, jantung, kanker dan lain-lain.

“Penyakit tidak menular bersumber dari pola hidup, gaya hidup dan kebiasaan yang tidak sehat,” katanya.

Secara umum Germas bertujuan untuk menurunkan beban penyakit menular dan tidak menular, baik kesakitan, kecacatan maupun kematian.

Tujuan lainnya untuk menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan karena meningkatnya penyakit, menghindari terjadinya penurunan produktivitas penduduk, dan menghindari terjadinya peningkatan beban finansial penduduk untuk pengeluaran kesehatan.

Sedangkan secara khusus, Germas bertujuan untuk advokasi kepada pengambil kebijakan di Kabupaten HSS dalam mendukung pelaksanaan Germas.

Sosialisasi kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait tentang Germas di Kabupaten setempat sampai terbentuknya forum koordinasi Germas di daerah. (AOL/*).

Penulis: Aprianto
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved