Berita Tanahbumbu

Demi Bangun Masjid untuk Warga, Kepala Desa Ini Sempat Berutang

Warga Desa Saring Seibubu Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanahbumbu bersyukur adanya sebuah masjid mewah telah berdiri di tengah desanya.

Demi Bangun Masjid untuk Warga, Kepala Desa Ini Sempat Berutang
istimewa

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Warga Desa Saring Seibubu Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanahbumbu begitu bersyukur. Pasalnya, tepat pada Jumat (20/7/18) siang, sebuah masjid mewah telah berdiri di tengah desanya.

Mereka datang berbondong-bondong untuk melaksanakan salat Jumat perdana dan sekaligus syukuran hari pertama penggunaan masjid yang diberi nama Al Musyaffa.

Jemaah pun memenuhi masjid di desa tersebut karena tak lagi kesempitan seperti sebelumnnya dari bangunan kayu.

Namun, masjid tersebut perlu perjuangan untuk membangunnya. Pasalnya, beberapa kendala sempat terjadi dari 2015 lalu. Sebelumnya, pembangunann dianggarkan melalui dana desa namun akhirnya terkendala dengan aturan dari Kemendagri tentang larangan penggunaan dana desa untuk pembangunan masjid.

Baca: Sindir Iis Dahlia, Jebolan Indonesian Idol Ini Sebut Rossa Tutup Mata dan Buka Telinga

Dampaknya, pembangunan masjid harus terhenti pada 2016 lalu. Sehingga, warga desa, pengurus masjid dan kepala desanya harus berpikir keras agar bisa tetap melanjutkan pembangunan masjid tersebut.

Adanya permasalahan tersebut, Kepala Desa Saring Seibubu Bustani pun harus berpikir bahkan mengajukan hutang untuk pembangunan masjid di PT KAM Rp 50 juta.

Baca: Jadwal Siaran Langsung (Live) SCTV Timnas U-23 Indonesia di Asian Games 2018

"Pembangunannya terhenti, karena kami tak boleh lagi menggunakan dana desa. Padahal kami sudah programkan dan dikerjakan bertahap tiap tahunnya dengan anggaran Rp 600 juta. Namun aturan hibah pembangunan masjid ternyata tak bisa dilanjutkan dan akhirnya saya putuskan untuk ngutang," kata Kepala Desa Saring Seibubu, Bustani.

Menurutnya, pembangunan masjid tetap harus berjalan dan saat itu juga mengajukan peminjaman disietujua. Setelah itu, PT KAM berlaih kepemilikan ke PT JAL dan kembali disetujui untuk sebagian pembangunan.

"Kami masih terhutang tapi saat kami ajukan proposal lagi, kembali di acc. Sementara hutang sebelumnya masih terhitung untuk pembangunan termasuk kubahnya. Selain itu juga ada bantuan dari pemerintah melalui dana aspirasi dari Ketua DPRD Tanbu," kata Bustani.

Baca: Jadwal Siaran Langsung (Live) Indosiar Piala AFF U-16 2018 : Timnas U-16 Indonesia Tak Target Juara

Dia menjelaskan, saat pengerjaan, pembangunan masjid akan goyang bila hanya bangunan tiang dan bagian atasnya tanpa dinding. Sebab itu, mereka memilih untuk berhutang untuk menyelesaikan pembangunan masjid.

Halaman
12
Penulis: Man Hidayat
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help