Yayasan Adaro Bangun Negeri

Mengenal Sapto, Petani Ramah Lingkungan Asal Tabalong

Sapto juga membuat pupuk tanaman dan pengusir hamanya sendiri, dengan metode fermentasi

Mengenal Sapto, Petani Ramah Lingkungan Asal Tabalong
YABN
Petani ramah lingkungan, Sapto tak gunakan bahan kimia untuk lahan pertaniannya 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Namanya Sapto, dia salah seorang warga Desa Kambitin, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Tabalong.

Bila dilihat dari jauh tidak ada yang berbeda dari penampilan laki-laki berusia 39 tahun ini, sehari-hari ia mengenakan kaos oblong dan sepatu booth khas petani pada umumnya.

Yang membedakannya adalah lahan pertanian yang dikelolanya lebih ramah lingkungan dibanding lahan pertanian lainnya.

Profesi petani yang telah ia geluti beberapa tahun silam, membuatnya jatuh hati pada alam dan berjanji untuk tidak menggunakan bahan-bahan kimia lagi dalam pertanian.

Saat pertama kali ditemui di lahan pertaniannya, Sapto terlihat tengah berjalan melalui sela-sela bedengan sayurannya yang tumbuh subur kehijauan.

Wajahnya terlihat sumringah sambil membawa hasil panen kangkung dan sawi dari lahannya.

“Selamat pagi,” sapanya. Dengan nada ramah ia mengenalkan area-area yang ada dilahan pertaniannya, dengan luas lahan 0,75 hektar ia mengisahkan bahwa lahan ini sebelumnya adalah lahan yang tidak dikelola.

Bersama beberapa rekannya ia memutuskan untuk mengolah dan membersihkan lahan yang sebelumnya dipenuhi tanaman liar dan pohon tumbang tersebut hingga menjadi lahan pertaniannya saat ini.

Dilahan yang dimilikinya Sapto menanam berbagai macam sayuran, selain kangkung dan sawi, Sapto juga menanam seledri, bayam, jagung, tomat, hingga ubi ungu untuk dikembangkan.

Setiap harinya Sapto bisa menghasilkan 31 kg sayuran dari lahannya yang biasa dia antarkan kepada sejumlah penjual sayur yang ada di sekitar desanya dan di kota.

Halaman
12
Penulis: Dony Usman
Editor: Restudia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved