Yayasan Adaro Bangun Negeri

Mengenal Sapto, Petani Ramah Lingkungan Asal Tabalong

Sapto juga membuat pupuk tanaman dan pengusir hamanya sendiri, dengan metode fermentasi

Mengenal Sapto, Petani Ramah Lingkungan Asal Tabalong
YABN
Petani ramah lingkungan, Sapto tak gunakan bahan kimia untuk lahan pertaniannya 

Ia juga mengembangkan bibitnya sendiri, di tempat penyemaian sederhana ia menyiapkan bibit tanaman pengganti bila sejumlah sayuran sudah siap dipanen.

Pertanian Sapto memang benar-benar ramah lingkungan, ia menggunakan daun pisang yang digulung sebagai pot-pot kecil tempat membibit tanamannya.

Setiap pagi disiram untuk menjaga tingkat kelembaban bibit tanaman agar dapat tumbuh dengan baik.

Sapto juga membuat pupuk tanaman dan pengusir hamanya sendiri, dengan metode fermentasi. Ia mencampur pupuk kandang yang dibelinya dengan urin sapi dengan takaran tertentu.

Ia juga memanfaatkan umbi Gadung dan akar pohon Tuba ia membuat pestisida alami untuk merawat tanaman dilahan pertaniannya.

“Dalam pertanian ramah lingkungan anti hama yang dibuat tujuannya untuk mencegah hama datang bukan membuhunnya, jadi setiap minggu kita tabur agar serangga tidak singgah, mencegah lebih baik dari pada mengobati,"ungkapnya.

Nama Sapto kemudian semakin dikenal di kalangan para petani, kreatifitasnya dalam memanfaatkan bahan dan tanaman lokal untuk pupuk dan pestisida alami sampai ke telinga salah satu Badan Penyuluh Pertanian (BPP) kabupaten Barito Timur, sejumlah anggota BPP Banua Lima, Dusun Timur dan Awang tertarik untuk mengetahui metode pertanian ramah lingkungan yang dilakukan oleh Sapto.

Dalam kunjungan yang dilakukan oleh BPP ke lahan pertaniannya, ia mengungkapkan bahwa program pertanian yang diterapkan di desanya merupakan hasil pendampingan yang ia dapat dari pelatihan intensif yang dilakukan oleh Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) setahun terakhir.

Pertanian ramah lingkungan yang telah dikembangkan oleh Sapto, kini semakin diminati oleh petani lain di sejumlah daerah, dengan biaya produksi yang lebih murah dari pertanian kimia tentunya pendapatan yang diperoleh petani akan lebih besar.

Pertanian ramah lingkungan juga dinilai lebih menguntungkan karena kesuburan tanah akan semakin baik dan hasil pertanian lebih sehat karena tidak terkontaminasi residu bahan kimia berbahaya. (*/AOL)

Penulis: Dony Usman
Editor: Restudia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved