Berita Kalteng

Pembakar Lahan di Palangkaraya Ditangkap, Water Bombing Dilakukan Sembilan Kali

Musim kemarau 2018 ini diperkirakan akan terjadi sejak akhir Bulan Juli hingga akhir September 2018 mendatang dan puncaknya terjadi Bulan September.

Pembakar Lahan di Palangkaraya Ditangkap, Water Bombing Dilakukan Sembilan Kali
istimewa
Kebakaran lahan di Palangkaraya, belum lama tadi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Musim kemarau 2018 ini diperkirakan akan terjadi sejak akhir Bulan Juli hingga akhir September 2018 mendatang dan puncaknya terjadi Bulan September 2018.

Kebakaran lahan dan hutan mulai marak terjadi di Palangkaraya, Kotim, hingga  Kotawaringin Barat , sehingga dalam beberapa hari ini di langit Palangkaraya dan sekitarnya tampak helikopter pembom air berseliweran memadamkan api dari udara.

Kebakaran lahan yang terjadi hingga, Jumat (20/7/2018) memang mulai sporadis, ini seperti yang terjadi Kapuas, seluas 200 ha lahan terbakar sehingga petugas melakukan pemadaman melalui darat dan udara untuk pemadaman kebakaran lahan yang mulai spiradis tersebut.

Baca: BKD Batola Langsung Tangani Kasus HS yang Diduga Menganiaya Penjaga Kubah Abdussamad

Komandan Satgas Karhutla Kalimantan Tengah, Kolonel TNI Hartono menegaskan, kebakaran diketahui karena terdeteksi titik panas di lokasi tersebut dan Tim terus mencari titik api. Hingga kini sudah terdapat 37 titik api yang terpantau.

Sulitnya memadamkan api, membuat petugas melakukan 9 kali water bombing menggunakan helikopter pembom air dari udara. 

Sementara itu, Kapolres Palangkaraya, AKBP Timbul RK Siregar, mengatakan, dalam dua pekan ini ada lima titik lahan yang terbakar dan pihaknya sudah mengamankan seorang pembakar lahan yang ingin membuka lahan dengan cara dibakar.

Baca: Jadwal Siaran Langsung (Live) Indosiar Piala AFF U-16 2018 : Timnas U-16 Indonesia Tak Target Juara

"Dalam memadamkan api kami bekerjasama dengan BPBD dan Damkar juga pihak TNI,"ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kalteng, Darliansjah, mengungkapkan, kemarau  diperkirakan terjadi sejak Agustus, September dan Oktober dan puncak kekeringan terjadi Bulan September 2018 mendatang.

"Semua kabupaten saat ini sudah dalam status siaga kebakaran hutan dan lahan sehingga posko satgas sudah diaktifkan,"ujarnya.

Lebih jauh Darliansjah, mengatakan, dengan dibentuknya posko satgas tersebut, maka semua personil bisa digerakan, seperti TNI, Polri, Manggala Agni, Tim Serbu Api, hingga relawan juga bisa digerakkan.

"Jika pemadaman lewat darat tidak bisa dilakukan, karena titik api terlalu jauh, maka kami akan bantu pemadaman lewat udara,"ujarnya. 

(www.banjarmasinpost.co.id/ faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help