Berita Tanahlaut

Sebulan, Sirajuddin Produksi Bantala Hingga 10 Ribu Kotak, Pekerjakan 15 Ibu Rumah Tangga

Ikan Bandeng, mampu mencukupi keluarga Sirajuddin hingga terkenal di Kabupaten Tanahlaut.

Sebulan, Sirajuddin Produksi Bantala Hingga 10 Ribu Kotak, Pekerjakan 15 Ibu Rumah Tangga
banjarmasin post group/ mukhtar wahid
Hasil olahan dari bahan ikan bandeng itu diberi nama Bantala, kepanjangan dari Bandeng Tanahlaut. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI- Ikan Bandeng, mampu mencukupi keluarga Sirajuddin hingga terkenal di Kabupaten Tanahlaut.

Hasil olahan dari bahan ikan bandeng itu diberi nama Bantala, kepanjangan dari Bandeng Tanahlaut.

Pemerintah Kabupaten Tanahlaut mengandalkan makanan olahan dari hasil laut, produksi Sirajuddin sekeluarga sebagai buah tangan dan pengisi stand pameran Pemerintah Kabupaten Tanahlaut.

Warga Komplek Gagas Permai, Jalan Putar Nomor 100 Kelurahan Angsau, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut, ternyata ini merintis usaha ikan olahan itu sejak tahun 1998 silam.

Baca: Head to Head & Prediksi Skor Manchester City vs Borussia Dortmund ICC 2018 Live TVRI, Mahrez Main

Produksi Sirajuddin sekeluarga itu kini melibatkan 15 perempuan yang sudah bersuami. Itu ada kriterianya, yaitu mau menerima pelatihan singkat cara mengolah daging ikan bandeng tanpa merusak kulit ikan bandengnya.

"Saya bagian ikan bandeng kepada mereka. Saya amati pekerjaaan di rumah mereka. Jika selesai saya timbang 20 kilogram, saya beri upah Rp 100 ribu," kata Sirajuddin.

Baca: Sindir Iis Dahlia, Jebolan Indonesian Idol Ini Sebut Rossa Tutup Mata dan Buka Telinga

Hasil daging ikan bandeng itu dibawa Sirajuddin untuk diberi campuran bumbu yang dikerjakan keluarga hingga siap disantap dengan rasa lezat.

Kualitas dan kebersihan produk olahan hasil laut menjadi jaminan agar pelanggan tertarik membeli, Sirajuddin membuat kotak produknya di Percetakan Grafika Wangi Kalimantan.

"Saya sudah lama berlangganan kotak kemasan Bantala dengan GWK di Lianganggang," katanya.

Baca: Lagi, Supir Taksi Online Kepergok Ambil Penumpang di Bandara Syamsudin Noor

Hasilnya kini, omset satu bulan Bantala habis terjual 10 ribu kotak. Satu kotak Bantala isi satu ekor ikan bandeng presto dijual Rp 20 ribu.

Permintaan pelanggan meningkat saat lebaran, Bantala dijadikan koleksi isi souvenir atau bingkisan lebaran Pemerintah Provinsi Kalsel.

Sirajuddin yang membuat bingkisan lebaran Idulfitri dari berbagai bahan olahan khas hasil laut, termasuk di dalamnya Bantala.

Baca: Inspektorat Batola: Kasus Hery Sasmita Biar Polres Dulu Menangani

"Saya punya binaan UMKM olahan hasil laut sehingga tidak kesulitan memenuhi pesanan Isi bingkisan," katanya.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memesan sovenir atau bingkisan lebaran dari bahan olahan hasil laut, seperti kerupuk ikan, amplang ikan dan Bantala.

Usaha Bantala itu, berawal dari melihat potensi ikan bandeng yang melimpah di Kabupaten Tanahlaut. Tambak Ikan Bandeng itu dibelinya untuk diolah menjadi presto tanpa tulang. (banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help