Berita Hulu Sungai Utara

TPA Tebing Liring Belum Hasilkan Biogas, Ini Penjelasan Instansi Terkait

Lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tebing Liring di Desa Tebing Liring Kecamatan Amuntai Utara Kabupaten HSU saat ini telah difungsikan.

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tebing Liring di Desa Tebing Liring Kecamatan Amuntai Utara Kabupaten HSU saat ini telah difungsikan seluas empat hektare dari total luas TPA tujuh hektare.

Sayangnya saat ini dinas terkait masih belum bisa memanfaatkan biogas yang dihasilkan oleh tumpukan sampah seperti pada beberapa TPA di kabupaten tetangga.

Hal ini disebabkan pengurukan sampah yang masih menggunakan metode lama yaitu dengan menutup sampah dengan tanah hanya di permukaan atas sampah.

Berbeda dengan TPA pada umumnya yang ditutup tanah secara berkala menggunakan tanah setelah sampah ditimbun dengan ketinggian 50 sentimeter. Penutupan tanah secara berlapis membantu proses pembusukan sampah yang menghasilkan gas.

Baca: Terkait Pemukulan ke Taksi Online, Taksi Bandara: Cuma Kesalahpahaman Saja

Kepala Dinas Perkim dan LH HSU Rusnaidy mengatakan pihaknya saat ini masih belum bisa menggunakan metode sanitary land fill atau penutupan sampah secara berkala karena keterbatasan tanah untuk urukan. Seperti yang diketahui Kabupaten HSU sebagain besar merupakan daerah rawa. Sehingga cukup kesulitan untuk mendapatkan tanah untuk menguruk sampah.

"Saat ini kami menguruk sampah hanya dibagian atas saat lubang sampah sudah benar benar penuh, hal ini memang kurang baik karena dapat menimbulkan bau lebih menyengat namun dapat menghemat lahan," ungkapnya.

Pihaknya masih berupaya untuk dapat mempercepat proses pembusukan dengan menutup sampah sehingga gas yang dihasilkan dari pembusikan sampah bisa dimanfaatkan sekaligus menutup sampah yang ada dengan lebih sering.

Baca: Jadwal & Link Live Streaming Bayern Munchen vs PSG di ICC 2018, Live TVRI Sabtu (21/7/2018)

Keterlambatan menutup sampah juga bisa menghambat pembuangan limbah cair, jika terjadi hujan maka air yang bercampur sampah akan disalurkan ke tempat pengolahan khusus. Jika terlalu banyak sampah maka air didalam kubangan sampah sulit mengalir.

Dinas terkait juga perlu menganggarkan anggaran yang lebih jika ingin penutulan sampah bisa dilakukan secara berkala dan maksimal.

Baca: Kasihan, Bayi Pengidap MR Asal Banjarbaru Ini Harus Gunakan Softlens

"Tanah untuk menguruk sudah sulit dicari, sedangkan lahan hang masih belum digunakan sebagian sudah terbentuk lubang dimana tanah hasil pengerukan untuk menutup sampah pada lubang terdahulu," ujarnya. (banjarmasinpost.co.id/reni kurniawati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help