Berita Balangan

8 Daerah di Balangan Disebut Rawan Karhutla, Ini Penjelasannya

Musim kemarau di Kabupaten Balangan mulai terasa, salah satu kejadian yang rawan terjadi dalam musim ini adalah Karhutla.

8 Daerah di Balangan Disebut Rawan Karhutla, Ini Penjelasannya
istimewa/humas polres balangan
Tim gabungan saat memantau kemunculan titik api di juai. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Musim kemarau di Kabupaten Balangan mulai terasa, salah satu kejadian yang rawan terjadi dalam musim ini adalah Karhutla.

Informasi didapatkan banjarmasinpost.co.id, kemarin Jumat (20/07/2018) berdasarkan data dari satelit tera terjadi titik hot spot di wilayah Desa Bata Kecamatan Juai.

Pihak tim gabungan yakni Polres Balangan, Polsek Juai dan BPBD Balangan yang dipimpin oleh Kabag Ops Kompol Joko Sutopo langsung mendatangi lokasi.

Namun, setelah dilakukan pencarian selama kurang lebih dua jam ternyata tidak ditemukan adanya lokasi titik api.

Baca: Inneke Koesherawati Dikabarkan Ikut Diamankan Dalam OTT KPK Kalapas Sukamiskin

Kepala BPBD Balangan, Alive Yoesfah Love mengatakan, seminggu belakangan ini sudah dua kali terjadi titik hot spot, namun skalanya kecil.

Menurut Alive, saat ini untuk daerah-daerah yang masuk kategori rawan adalah di Kecamatan Batumandi, Lampihong, Paringin, Paringin Selatan.

"Daerah ini sebagian lahannya ada mempunyai lahan gambut sehingga perlu diwaspadai," ujarnya.

Baca: Lulusan D3 dan SMA Wajib Siapkan 6 Dokumen Ini untuk Pendaftaran CPNS 2018, LINK SSCN.BKN.GO.ID

Selain itu juga ada daerah pegunungan seperti Halong, Tebing Tinggi, Juai dan Awayan juga bisa terjadi karhutla.

Disinggung soal penanganan lahan gambut, BPBD Balangan mempersiapkan beberapa genset dan peralatan khusus seperti alat semprot yang langsung dimasukkan ke lahan gambut.

"Intinya peralatan tersebut sudah kami siapkan, namun kita berharap jangan sampai terjadi karhutla," harapnya.

Baca: Kalapas Sukamiskin Diamankan KPK, Ini Barang yang Diamankan

Lebih lanjut disampaikannya, meski saat ini titik api di Bumi Sanggam masih kecil, antisipasi sejak dini dilakukan.

Alive mengharapkan kepada masyarakat agar tidak memanfaatkan musim panas atau kemarau ini untuk membuka lahan dengan cara membakar.

Untuk mengantisipasi hal itu pihak BPBD berupaya memberikan himbauan dengan cara patroli setiap hari kedaerah yang memang rawan karhutla.

"Kami patroli kontinyu dilapangan menggunakan mobil, jika ada warga yang terlihat membakar lahan akan diberi himbauan," ungkapnya.

Menurutnya, untuk musim kemarau di 2018 ini BPBD Balangan sudah menetapkan status siaga darurat karhutla, yang diperkirakan sampai bulan September 2018.(banjarmasinpost.co.id/muhammad elhami)

Penulis: Elhami
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help