Berita Banjarmasin

Bule Asal AS Antusias Hadiri Workshop Naskah Cerita

Workshop Naskah Cerita digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan.

Bule Asal AS Antusias Hadiri Workshop Naskah Cerita
istimewa

BANJARMASINPOST.CO.ID - Muhammad Yasin jauh-jauh dari Hulu Sungai Tengah ke Banjarmasin hanya untuk mengikuti Workshop Naskah Cerita bersama Aliansyah Jumbawuya, Sabtu (21/7). Kegiatan itu digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan.

Ia rela berangkat subuh bersama rekan-rekannya dalam rombongan mahasiswa STAI Al Washuyah Barabai demi mendapatkan ilmu dan motivasi seputar dunia kepenulisan.

“Dengan mengikuti kegiatan ini saya berharap nanti bisa ketukaran jadi penulis,” ujarnya.

Workhop ini tidak hanya didominasi para pelajar dan mahasiwa, beberapa penulis Kalsel yang produktif membukukan karyanya juga tak ketinggalan ambil bagian berhadir. Di antaranya ada Ahmad Barjie, Taufik El Rahman, Muhammad Daffa, dan Selvia.

Baca: Satu Napi yang Meninggalkan Kamar Sudah Kembali, Ditjen PAS: Mereka Izin Berobat

Bahkan bule asal Amerika Serikat, Creig Scterberg, sangat antusias mengikuti worshop ini. Pada kesempatan itu, ia menawarkan kerjasama penerjemahan cerita-cerita dari negeri asalnya ke dalam bahasa Banjar.

Aliansyah Jumbawuya mengatakan dalam kehidupan kita hampir tak bisa dipisahkan dengan cerita. Lewat cerita orang ingin berbagi pengalaman, pelajaran hidup, atau sekadar sebagai hiburan.

Baca: Dibuka Pendaftaran CPNS 2018, Lulusan SMA & D3 Serta S1, Terbanyak Dicari Guru dan Tenaga Kesehatan

Zaman dulu ketika belum ada televisi para orangtua sering menuturkan dongeng kepada anak-anak atau cucunya menjelang tidur.

“Kini seiring perkembangan teknologi, keberadaan cerita pun semakin mendapat tempat. Cerita dikemas dan disajikan menggunakan berbagai medium: ada yang dalam bentuk buku cerita, panggung pertunjukan, sandiwara radio, sinetron, film bioskop, dan lain-lain. Banyak penulis maupun perusahaan yang hidup dari menjual cerita, bahkan menjadi industri besar seperti Hollywood, Bollywood, Walt Disney, Marvell,” ucapnya.

Baca: Capres-Cawapres Pilpres 2019, Jokowi Bakal Umumkan Cawapres Pendampingnya Tanggal 9 Atau 10 Agustus

Agar cerita menarik dan menggugah minat banyak pembaca, ia menawarkan beberapa tips. Pertama, mengangkat tema hal-hal baru. Kedua, usahakan merebut perhatian pembaca sejak alinea pembuka.

Ketiga, menciptakan tokoh yang unik dan berkarakter kuat. Keempat, menguasai latar belakang (setting) cerita. Kelima, alur cerita mengundang rasa ingin tahu.

“Pada bagian ending siapkanlah kejutan yang tak terduga. Pembaca biasanya menyukai akhir cerita yang tak mudah ditebak,” tandas Aliansyah.

Baca: Jemaah Haji Kalsel Alami Pusing Hingga Gatal, Tim Kesehatan Imbau Lakukan Ini

Kepala Dispersip Kalsel, Hj. Nurliani Dardie dalam sambutannya yang diwakili oleh Kabid Pelayanan dan Pembinaan Perpustakaan menekankan, pihaknya akan terus berupaya mengembangkan budaya literasi di banua.

“Dengan tingginya budaya baca tulis, peradaban kita pun akan terpelihara dengan baik,” pungkas Kepala Dinas yang akrab disapa Bunda Nunung.
(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Penulis: Salmah
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved