Berita Kotabaru

Gelombang Besar Mengamuk, Nelayan Kecil Terpaksa Cari Lokasi Lebih Aman dan Teduh

"Bukan ikan hasil tangkapan yang ramai musim angin saat ini. Tapi gelombangnya yang ramai"

Gelombang Besar Mengamuk, Nelayan Kecil Terpaksa Cari Lokasi Lebih Aman dan Teduh
helriansyah
Kampung nelayan di Desa Rampa, Kecamatan Pulaulaut Utara Kotabaru. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Musim angin tenggara bertiup kencang disertai gelombang besa, terjadi setiap hari di wilayah perairan Kotabaru membuat galau nelayan. Terlebih hanya menggunakan perahu kecil.

"Bukan ikan hasil tangkapan yang ramai musim angin saat ini. Tapi gelombangnya yang ramai," celetuk Anto seorang nelayan desa Rampa, Kecamatan Pulaulaut Utara.

Menurut Anto, besarnya gelombang terjadi selama dua pekan di perairan Kotabaru, terlebih kondisi di perairan lepas dari selat Pulaulaut membuat nelayan kesulitan mendapat hasil tangkapan.

Baca: Live TVRI! Live Streaming TVRI Manchester City vs Borussia Dortmund ICC 2018 Mulai Pukul 08.00 WIB

Pasalnya, sarana perahu yang kecil memaksa nelayan mencari lokasi tangkapan yang aman dan teduh dari gempuran gelombang bergulung memutih.

Padahal setiap kali melaut, hasil tangkapandidapat tidak seberapa. Cukup untuk menutupi kebutuhan sehari dan biaya operasional.

Baca: Ramai Menghujat Iis Dahlia, Terkait Peserta KDI, Faktanya Seperti Langit dan Bumi, HOAX vs Fakta!

"Ya mau tidak mau. Karena melaut sudah menjadi pekerjaan setiap hari dilakukan," kata Anto kepada banjarmasinpost.co.id, Sabtu (21/72018).

Mengapa tidak menangkap di perairan selat Pulaulaut, lebih teduh?. Ditambahkan Anto, belum saatnya, kecuali ketika di musim angin utara.

"Musim utara baru musim tangkapan di perairan selat Pulaulaut. Karena biasa kalau musim utara ikan masuk ke selat karena gelombang. Kan ikan juga mencari tempat teduh," jelas Anto.

Baca: Driver Ojol Cantik Ini Bilang Penumpang Cowok Mendadak Genit, Aulia Juga Jalani Dua Dunia

Terpisah, gelombang besar bertiup kencang juga menyulitkan nelayan di Pulau Sembilan, Kecamatan Pulau Sembilan.

Sudah hampir dua pekan nelayan di perairan selat Jawa itu, kesulitan memperoleh hasil tangkapan yang lebih. Sehingga sebagian dari mereka memilih istirahat.

Camat Pulau Sembilan, Husin membenarkan gelombang besar terjadi di perairan Pulau Sembilan mengakibatkan nelayan setempat kesulitan memperoleh hasil tangkapan.

Fenomena alam terjadi setiap tahun itu. Bahkan tidak hanya memaksa nelayan harus berjuang untuk bertahan hidup.

Namun juga menyulitkan masyarakat bepergian, karena laut satu-satunya akses yang bisa ditempuh dari Pulau Sembilan ke Kotabaru (ibu kota kabupaten) atau sebalik.

"Besar sekali gelombangnya" ujar Husin.

(BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help