Haji 2018

Sudah Dua Jemaah Haji Asal Indonesia Wafat di Tanah Suci, Hadia Meninggal Saat Mendarat

Sudah dua orang jemaah haji Indonesia meninggal dunia di Tanah Suci sejak pemberangkatan kelompok terbang (Keloter) pertama

Sudah Dua Jemaah Haji Asal Indonesia Wafat di Tanah Suci, Hadia Meninggal Saat Mendarat
Dok. MCH Madinah/Kemenag.go.id
Kadaker Bandara Arsyad Hidayat menenangkan putri almarhumah yang terpukul atas wafatnya ibunda, Jumat (20/7/2018) sore. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MADINAH - Sudah dua orang jemaah haji Indonesia meninggal dunia di Tanah Suci sejak pemberangkatan kelompok terbang (Keloter) pertama dari Tanah Air pekan ini.

Dikutip dari website kemenag.go.id, kedua jemaah yang wafat pertama adalah Sukardi Ratmo Diharjo (59), jemaah haji keloter 1 embarkasi Jakarta meninggal dunia saat sujud shalat Asar di Masjid Nabawi, Rabu (18/72018) lalu.

Kedua, Hadia Daeng Saming (73), Sukardi Ratmo Diharjo (59). Perempuan yang tergabung dalam jemaah haji keloter 5 Embarkasi Makassar meninggal dunia sesaat setelah mendarat di Bandara Ammir Muhammad bin Abdul Aziz (AMMA) Madinah, Jumat (20/7/2018).

Baca: Lulusan D3 dan SMA Wajib Siapkan 6 Dokumen Ini untuk Pendaftaran CPNS 2018, LINK SSCN.BKN.GO.ID

Ia terbang dengan maskapai Garuda Indonesia nomor penerbangan GA-1203.

Tim Media Center Haji (MCH) Madinah melaporkan, Hadia berangkat dari Embarkasi Makassar bersama rombongan dari Kabupaten Gowa dan Barru. Hadia mula-mula tak sadarkan diri saat menuju antrean keimigrasian menuju Gerbang Zero Bandara AMMA saat dibopong putrinya Asmia Hadi Hasan yang berusia sekitar 50 tahun. 

Andi Marolla, petugas Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) yang mendampingi rombongan Hadia dari Embarkasi Makassar menuturkan, di atas pesawat, sekira 2-3 jam sebelum pendaratan Hadia sudah tak sehat. Ia sesak nafas dan diketahui memang memiliki riwayat bronkitis.

Hadia menolak diangkut memakai mobil khusus untuk pasien pengguna kursi roda setelah turun dari pesawat. Saat mengantre untuk imigrasi, ia pingsan kala dipapah Asmia Hadi, lalu dibawa ke klinik bandara. 

Baca: Artis Inneke Koesherawati Dikabarkan Ikut Diamankan dalam OTT KPK di Lapas Sukamiskin

Di klinik bandara, Hadia mengalami asistol alias henti jantung. Petugas paramedis coba lakukan Cardiopulmonary Resusication (CPR) atau usaha untuk mengembalikan fungsi pernafasan dan sirkulasi serta penanganan akibat terhentinya denyut jantung, namun tidak berhasil. Hadia dinyatakan wafat sekitar pukul 15.04 WAS di Klinik Bandara AMMA. 

Kadaker Bandara Arsyad Hidayat yang berada di lokasi tampak terus menenangkan sang putri, Asmia, yang terpukul atas wafatnya sang ibu. Sembari menenangkan Asmia, Arsyad pun mendorongnya dengan kursi roda. Allahummaghfirlaha warhamha wa’afihi wa’fuanha. (kemenag.go.id)

Penulis: Elpianur Achmad
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help