Berita Hulu Sungai Utara

Sawah Sering Kebanjiran, HSU Bangun Pintu Air di Tabalong Mati

Karenanya warga mengusulkan untuk pembangunan pintu air untuk mengatur air yang mengalir dari aliran sungai Tabalong.

Sawah Sering Kebanjiran, HSU Bangun Pintu Air di Tabalong Mati
banjarmasinpost.co.id/dony usman
Warga berada di lokasi jembatan di Sungai Tabalong. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Sebagian besar warga Kecamatan Amuntai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) merupakan petani, lahan rawa yang cukup luas sangat cocok untuk menanam padi pada saat musim kemarau. Sayangnya saat musim penghujan sering terkena banjir akibat luapan sungai Tabalong.

Karenanya warga mengusulkan untuk pembangunan pintu air untuk mengatur air yang mengalir dari aliran sungai Tabalong.

Kepala Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum HSU Maliki mengatakan setiap tahun selalu dianggarkan untuk pembangunan pintu air.

Baca: Link Pengumuman Ujian Jalur Mandiri (UM) Universitas Diponegoro (UNDIP), Klik di Sini

Dan tahun ini kembali dilaksanakan dan di Desa Tabalong Mati, di beberapa desa tetangga juga telah dibangun pintu air. Namun untuk meningkatkan fungsi dari pengaturan air masih perlu dilakukan penambahan.

Air sungai Tabalong yang meluap saat musim penghujan memang mengkhawatirkan warga karena dapat menggenangi area pertanian hingga mengancam gagal panen.

Baca: LIVE STREAMING Barito Putera vs Persib Bandung Liga 1 2018 - Link Live Streaming Indosiar Vidio.com

"Pembangunan pintu air merupakan usulan dari masyarakat, banyak yang mengusulkan namun kami dahulukan yang lebih membutuhkan," ungkapnya.

Terpisah Wandi salah satu warga Desa Tabalong Mati mengatakan pintu air diharapkan bisa mengatur air bukan hanya mengakirkan air saat debit sungai tabalong tinggi namun juga bisa mengairi lahan persawahan saat musim kemarau.

Baca: Inneke Koesherawati Menitikkan Air Mata Ketika Diciduk KPK, Postingan Terakhirnya Banjir Komentar

Lahan rawa memang hanya bisa digunakan untuk bercocok tanam saat musi. Kemarau namun tetap perlu pengairan yang baik agar tidak kekeringan. "Pintu air memang tak bisa hanya satu karena untuk menjaga lahan dari berberapa arah," ujarnya. (Nia)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved