Berita Hulu Sungai Tengah

Tak Cukup Dana, Pembangunan Musala Pondok Alquran Arraudah Tersendat

Sedikit demi sedikit sumbangan yang dikumpulkan dari masyarakat dan berbagai pihak, digunakan untuk merealisasi musala sederhana

Tak Cukup Dana, Pembangunan Musala Pondok Alquran Arraudah Tersendat
Hanani
Kondisi bangunan Pondok Alquran Arraudah 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABA - Upaya membangun musala untuk menampung kegiatan ibadah salat para santri Pondok Alquran Arraudah, di Desa Tilahan, Kecamatan Hantakan, Hulu Sungai Tengah terus dilakukan pemimpin pondok, Ustadz Muhammad Kasim dan warga setempat.

Sedikit demi sedikit sumbangan yang dikumpulkan dari masyarakat dan berbagai pihak, digunakan untuk merealisasi musala sederhana, di sekitar Pegunungan Meratus tersebut.

Namun, karena tak tersedia dana yang pasti dan hanya mengandalkan sumbangan masyarakat dan pihak lain, pembangunannya pun sering tersendat.

Baca: Link Pengumuman Ujian Jalur Mandiri (UM) Universitas Diponegoro (UNDIP), Klik di Sini

Menurut Ustadz Kasim, musala tersebut sangat dibutuhkan, karena selama ini para santri penghapal Alquran terpaksa salat di pondok tempat belajar, yang terbuat dari bahan bambu, kayu dan atap rumbia.

Pondok itu, selain digunakan untuk belajar, juga untuk tempat tidur sekaligus tempat salat lima waktu. Pembangunan musala mulai dilakukan sejak awal tahun lalu,dimulai dari pondasi di mana pihaknya menerima bantuan 50 sak semen dari Kapolres HST.

Baca: Dibuka Pendaftaran CPNS 2018, Lulusan SMA & D3 Serta S1, Terbanyak Dicari Guru dan Tenaga Kesehatan

Setelah menerima sumbangan kembali dari masyarakat dan pihak donator, saat ini sudah membuat dinding dengan memasang bata.

Baca: LIVE STREAMING Barito Putera vs Persib Bandung Liga 1 2018 - Link Live Streaming Indosiar Vidio.com

Lokasi Musala yang sedang dibangun belakang Pondok Arraudah Desa Tilahan, Hantakan, HST
Lokasi Musala yang sedang dibangun belakang Pondok Arraudah Desa Tilahan, Hantakan, HST (Hanani)

“Yang mengerjakan, kami sendiri bersama santri dan masyarakat Tilahan secara bergotong royong,”kata Ustadz muda, berusia 21 tahun ini.

Kasim menyatakan, semangat membangun musala, termotivasi dari antusiasnya anak-anak setempat belajar Alquran dan mengikuti salat berjamaah lima waktu setiap hari yang dia pimpin.

Hanya dengan dukungan masyarakat, kalangan swasta, pengusaha serta pemerintah Kasim dan warga setempat yang berjuang mendirikan pondok Alquran sejak 2014 silam itu bisa mempercepat penyelesaian musala tersebut. Saat ini, baru bisa memasang bata. Pembangunan lainnya, belum dilakukan menunggu dana terkumpul.

Masyarakat Tandilang sendiri hampir 100 persen petani yang mengandalkan hidup dari bercocok tanam padi dan berkebun sayur-sayuran.

Adapun santri Arraudah totalnya 300 orang tersebar di Desa Kundan, Haruyan Dayak, serta Tilahan. UNtuk di Desa Tilahan, santri yang aktif belajar menjadi tahfidz Alquran ada 100 orang, 30 orang di antaranya tinggal di bangunan pondok berdinding bambu bersama ustadz Kamsim dan istrinya. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved