Haji 2018

41 Jemaah Haji Berobat ke Klinik Kesehatan Haji Madinah, 4 Dirawat, 1 Dirujuk ke RS Arab Saudi

Ada 4 jemaah yang masih dirawat di KKHI dan 1 dirujuk ke RS Arab Saudi, selebihnya telah kembali ke Pondokan.

41 Jemaah Haji Berobat ke Klinik Kesehatan Haji Madinah, 4 Dirawat, 1 Dirujuk ke RS Arab Saudi
depkes.go.id
Petugas haji membantu jemaah haji asal Indonesia yang tersesat di Madinah. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MADINAH -  Pada pelaksanaan ibadah haji 2018, total ada 221 ribu jemaah haji dari Indonesia akan melaksanakan rukun Islam yang ke-5. Sebanyak lebih dari 26 ribu jemaah haji Indonesia telah tiba di Madinah, sejak kedatangan Kloter Pertama, Selasa (17/7/2018) lalu.

Dari jumlah tersebut ada 41 orang yang telah berobat ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah.

Ada 4 jemaah yang masih dirawat di KKHI dan 1 dirujuk ke RS Arab Saudi, selebihnya telah kembali ke Pondokan.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Eka Jusuf Singka pada kesempatan jumpa pers di KKHI Madinah, Minggu  (21/7/2018) menjelaskan bahwa mekanisme penentuan istithoah bidang kesehatan sudah diatur dalam Permenkes dan didukung oleh surat edaran Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag.

Baca: Hari Anak Nasional, Komnas Perlindungan Anak Soroti Iis Dahlia, Itu Berdampak Pada Psikologis Anak

''Yang menentukan seseorang ini istithoah atau tidak istithoah adalah tim kesehatan di kabupaten/kota. Tidak semua penyakit dilarang berangkat. Hanya 3 kategori saja yaitu kondisi yang membahayakan jiwa; gangguan jiwa berat; dan penyakit yang tidak memiliki kemungkinan untuk sembuh. Hanya itu,'' jelas Eka.

Menurutnya, sekarang bagaimana melakukan pengendalian terhadap faktor risiko tersebut.

Jemaah Tersesat

Banyak jemaah haji Indonesia yang tersesat karena terpisah dari rombongan dan bingung ketika keluar masjid menuju pondokan. Menurut Eka, tersesat tidak hanya dialami oleh jemaah yang lanjut usia saja, tapi bisa terjadi pada siapa saja.

''Kita sendiri pun bisa tersesat tergantung dengan orientasi kita pada saat itu yaitu orientasi waktu dan tempat. Biasanya kalau orang sehat dan bugar dan mengalami dehidrasi bisa mengalami kondisi kurang stabil dan mengalami kelupaan sehingga menyebabkan tersesat,'' jelas Eka.

Baca: Cuaca Panas, Jemaah Haji Diingatkan Pakai Sendal Saat Menuju ke Masjid di Tanah Suci

Untuk mengatasinya, Eka memberikan tips sederhana yaitu jemaah jangan keluar pondokan sendiri. Kalau tertinggal di masjid, lihat orang Indonesia pulang. Ikuti saja orang Indonesia tersebut kemudian lapor di pondokan. Nanti akan dibantu oleh petugas yang di pondokan untuk diantar ke kelompoknya.

''Ini adalah strategi yang paling sederhana dan bisa diimplementasikan bila dibantu oleh seluruh pihak khususnya Ketua Kloter dan Ketua Rombongan,'' kata Eka.

Eka juga memberikan tips bagi jemaah yang kelelahan. Menurut Eka, kelelahan ini banyak dirasakan tidak hanya pada jamaah tapi juga pada petugas. Lelah ini wajar.

''Sesuatu yang fisiologis. Caranya adalah dengan mengendalikan diri dengan istirahat. Ini menjadi dakwah kesehatan haji. Jaga kesehatan, lihat kondisi tubuh dan batasi kegiatan yang tidak penting. Jangan lupa kalau mau ke masjid sarapan roti atau kurma. Usahakan perut jangan kosong,'' kata Eka.

Sementara itu bila menemukan jemaah yang pingsan, Eka menganjurkan agar jemaah tersebut diamankan dulu ke tempat yang aman dari sengatan matahari dan segera hubungi petugas.

''Tim kesehatan bisa melakukan intervensi. Untuk kasus ini disiram pakai air. Kita punya Kanebo yang jauh lebih stabil menyerap airnya. Ini bisa dipakai untuk mengompres jemaah haji. Disiram air dingin sebanyak-banyaknya atau kalau ada tim medis supaya cepat ditangani.'' (Depkes.go.id)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help