Haji 2018

Cuaca Panas di Tanah Suci, Jemaah Haji Diminta Harus Rajin Semprot Wajah dengan Air

Pada pelaksanaan ibadah haji 2018, total ada 221 ribu jemaah haji dari Indonesia akan melaksanakan rukun Islam yang ke-5.

Cuaca Panas di Tanah Suci, Jemaah Haji Diminta Harus Rajin Semprot Wajah dengan Air
depkes.go.id
Menjaga kesehatan selama di Tanah Suci, jemaah haji harus rajin semprot wajahnya dengan air untuk menjaga kelembaban kulit. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MADINAH -  Pada pelaksanaan ibadah haji 2018, total ada 221 ribu jemaah haji dari Indonesia akan melaksanakan rukun Islam yang ke-5.  Sebanyak lebih dari 26 ribu jemaah haji Indonesia telah tiba di Madinah sejak Selasa (17/7/2018) lalu.

Dilansir Website Depkes.go.id, Kementerian Kesehatan senantiasa mengingatkan jemaah haji untuk menjaga kesehatannya. Apalagi, musim haji saat ini berada pada musim panas, maka semprotan air ke muka sangat dianjurkan untuk segera digunakan.

''Kepada keluarga atau siapapun yang tahun ini berangkat haji untuk mengingatkan jemaah haji agar menggunakan semprotan, karena dapat menjaga kelembaban kulit dan saluran pernapasan kita,'' kata Kepala Pusat Kesehatan Haji, Eka Jusuf Singka pada acara jumpa pers di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, di Madinah, Arab Saudi (21/7).

Saat itu Eka didampingi oleh Kasi Kesehatan Madinah dan Direktur Klinik Kesehatan Haji Indonesia di Madinah. Dalam kunjungan 2 hari di Tanah Suci, Eka telah memantau kesehatan jemaah baik di klinik, masjid, hotel, maupun Bandara.

Baca: Tak Hapal Nomor Pintu Gerbang Masjid Nabawi, Ratusan Jemaah Haji Indonesia Tersesat

''Tadi saya ke masjid menemukan belum semua jamaah haji yang menggunakan semprotan dan keluar tanpa alas kaki,'' ungkap Eka. Jemaah tersebut kemudian mendapatkan sandal yang sudah disiapkan oleh pemerintah Indonesia melalui Kemenkes RI.

Adapun mekanisme pembagian sandal sudah diperhitungkan dan disiapkan timnya.

''Kita siapkan 10% sendal dari total jamaah yaitu sebanyak 20.400 pasang. Mekanismenya adalah tidak seperti yang dibayangkan, digelar di masjid kemudian jemaah berbondong-bondong mengambil. Bukan seperti itu. Tim akan mengobservasi untuk melihat di masjid atau di tempat umum seperti Bandara. Nanti petugas bisa lihat dan memberikan sendal tersebut,'' jelas Eka.

Untuk itu, Eka berterima kasih kepada seluruh petugas haji yang terintegrasi dalam memberikan pelayanan umum kepada jamaah.

Baca: 41 Jemaah Haji Berobat ke Klinik Kesehatan Haji Madinah, 4 Dirawat, 1 Dirujuk ke RS Arab Saudi

''Saya mohon doa kepada seluruh masyarakat Indonesia agar penyelenggaraan haji tahun ini berjalan lancar jemaah haji sehat dan kembali menjadi haji mabrur,'' kata Eka.

Pada kesempatan tersebut, Eka juga mengingatkan soal banyaknya kasus dehidrasi yang ditangani di KKHI Madinah.

''Kasus yang terbanyak sampai saat ini adalah dehidrasi dan semoga bisa ditangani semua. Dehidrasi ini bisa membuat orang linglung atau lupa, maka banyak minum. Minimal 2 liter setiap hari baik di Madinah maupun di Makkah nanti. Pakai air zamzam juga boleh. Jangan lupa semprotan air yang diberikan dalam perbekalan kesehatan di Tanah Air jua bisa digunakan untuk menyemprot selain untuk menjadi botol minum,'' jela Eka. (Depkes.go.id)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved