Kriminalitas Batola

Hery Sasmita Akhirnya Buka Soal Penganiyaan Penjaga Kubah, 'Saya Tidak Menghilang dari Marabahan'

“Insya Allah saya siap menjalani proses hukum di Polres Batola,” kata Hery kepada BPost Online

Hery Sasmita Akhirnya Buka Soal Penganiyaan Penjaga Kubah, 'Saya Tidak Menghilang dari Marabahan'
Edi Nugroho
RUANGAN kerja Kabag Humas Pemkab Batola Hery Sasmita, tampak kosong, Senin (23/7/18) siang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Kabag Humas Pemkab Batola Hery Sasmita yang diduga melakukan pemukulan terhadap H Nuri Al Banjari atau H Jainuri penjaga kubah Abdussamad di Jalan Veteran Kabupaten Batola akhirnya buka suara panjang lebar.

“Insya Allah saya siap menjalani proses hukum di Polres Batola,” kata Hery kepada BPost Online via telepon, Senin (23/7/18) malam.

Herry menyatakan sebagai warga negara yang baik, tentu dirinya siap menjalani proses hukum. Termasuk memenuhi panggilan polisi jika keterangannya diperlukan untuk kepentingan penyelidikan.

Baca: LIVE STREAMING OCHANNEL PSMS Medan vs PSM Makassar Liga 1 2018 via Vidio.com Mulai Pukul 19.00 Wib

“Sore tadi saya sudah menerima menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan dari Polres Batola. Semuanya akan disampaikannya langsung kepada polisi dan bukan untuk konsumsi publik,” kata Hery melalui ponselnya.

Herry membantah telah menghilang dari Kota Marabahan, dan tidak masuk kantor pada akhir pekan lalu.

Usai kejadian atau Jumat lalu, dirinya ke Kecamatan Jejangkit melihat persiapan peringatan HPS, dan hari berikutnya saya tetap di Marabahan.

Baca: Jelang pendaftaran CPNS 2018, Ada Peserta Terdaftar di SSCN.BKN.GO.ID, Ini Kata BKN

“Jadi tidak kemana-mana seperti diberikan di media sosial. Saya santai menanggapi berita miring dan hujatan di medsos tentang saya. Apalagi nitizen, kan cuma sepihak saja,” ujarnya.

Hery prihatin karena ada beberapa postingan di medsos yang a telah mencemarkan nama baiknya, bahkan sampai ancaman pembunuhan. Ini akan menjadi pertimbangan untuk memproses hukum sesuai UU ITE.

“Tapi saya saat ini memilih konsentrasi dulu dengan kasus saya dulu,” tutup Hery.

H Nuri sendiri melapor ke Polres Batola, diterima oleh Bripda Redwan dengan surat tanda terima laporan polisi Nomor: STTLP/15/VII/2018/SPKT/ tertanggal 19 Juli 2018.

Naas dialami H Nuri Al Banjari atau H Jainuri (58), salah satu penjaga kubah Abdussamad, di Jalan Veteran Kabupaten Batola, Kamis (19/7/18) pagi.

Kakek ini menjadi korban pemukulan Kabag Humas Pemkab Batola Heri Sasmita hingga berdarah-darah.

Awal kejadian, Nuri warga Jl Panglima Wangkang RT 07, RW 03, Kecamatan Marabahan ini seperti biasa membersihkan dan menjaga kubah tersebut. Sekitar pukul 08:30 Wita, datang Heri Sasmita yang masuk ke kawasan kubah dengan sepatu.

“Saya tegur Heri ada kawasan tertentu kubah tak boleh pakai sepatu. Saya menegur Heri karena termasuk zuriat di sini. Tiba-tiba saya ditampar Heri dan raum atau seperti mau pingsan. Heri pun berteriak, kada tahukah ikam siapa aku di Marabahan,” kata Nuri menirukan ucapan Heri.

Anak Nuri yang di sekitar lokasi pun berusaha melerai pemukulan itu, tapi Heri malah melayangkan pukulan ke arah muka Nuri untuk kedua kalinya. (Banjarmasinpost.co.id/Edi Nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help