Seputar Kalteng

Kejati Kalteng Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Pembangunan Bandara HM Sidik

Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah, hingga, Senin (23/7/2018) masih memproses kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pembangunan Bandara HM Sidik

Kejati Kalteng Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Pembangunan Bandara HM Sidik
banjarmasin post group/ faturahman
teks Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah, Adi Santoso. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah, hingga, Senin (23/7/2018) masih memproses kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pembangunan Bandara HM Sidik di Desa Trinsing, Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah.

Pembangunan Bandara yang bisa didarati pesawat berbadan besar itu urung dioperasionalkan, sejak awal pembangunan tahun 2010 sampai saat ini, dengan dana mencapai ratusan miliar rupiah, sehingga memunculkan kecurigaan sehingga pihak kejaksaan melakukan pemeariksaan pelaksanaan kegiatan pembangunanya.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah, Adi Santoso, mengatakan, pihaknya telah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus korupsi bandara tersebut diantaranya, pertama, Pejabat Pembuat Komitmen bernama Agustinus Sujatmiko.

Baca: Penerimaan CPNS 2018, Berikut Formasi Yang Dibutuhkan Pemerintah

Baca: Cara Pendaftaran CPNS 2018 yang Akan Dibuka Akhir Juli 2018, Mulai Login Sampai Cetak Kartu

Tersangka kedua, untuk proyek pembangunan lapisan landasan pacu bandara dengan nama Hadi Sugiarto alias Sugi, merupakan pelaksana kegiatan dari PT Dian Sentosa dan tersangka ketiga juga proyek untuk pembangunan landasan pacu bandara bernama Felix Erwin Simanjuntak selaku konsultan pengawas kegiatan tersebut.

"Saat ini kasus ini masih dalam proses penyidikan, dan untuk tersangka Hadi Sugiarto telah meengembalikan sebagian kerugian negara Rp3 miliar dari total kerugian Rp17 miliar terhadap dugaan tindak pidana korupsi pembangunan bandara HM Sidik tersebut," ujarnya.

Baca: Selama 2 Tahun Suaminya Dipenjara, Hal Ini yang Dilakukan Inneke Saat Berkunjung ke Lapas Sukamiskin

Sementara itu, dana yang diperlukan untuk pembangunan bandara tersebut terdata, yakni, pekerjaan grubbing area fasilitas sisi darat volume 20 ribu meter persegi Rp520 juta, Pengadaan dan pemasangan AC untuk gedung kantor dan gedung operasional sebesar Rp295 juta.

Pengawasan pekerjaan pembangunan bandara kegiatan rehabilitasi dan pemeliharaan prasarana bandara dengan dana Rp383 juta Pengadaan mobil tangki air dengan kapasitas 10 ribu liter Rp800 juta.

Baca: Nyatakan Dukungan untuk Jokowi di Pilpres 2019, Ini Cawapres Pilihan Pekerja Migran RI di Hongkong

Pengadaan dan pemasangan sirine SPK, termasuk kelengkapannya, dengan pagu sebesar Rp200 juta, pengadaan dan pemasangan ground cable dari gedung PH ke gedung operasional dengan pagu anggaran sebesar Rp900 juta.

Baca: Jokowi Ungguli Prabowo Subianto Saat Rakorda Partai Demokrat

Pengadaan dan pemasangan penangkal petir Rp600 juta, Pengadaan hand mover Rp45 juta, pengadaan dan pemasangan pagar pengamanan bandara dengan pagu Rp6,667 miliar, Penataan gedung terminal penumpang dengan pagu sebesar Rp4,588 miliar.

Pengadaan dan pemasangan flood light tiang ganda, Pembuatan GSE road dan penataan areal parkir depan terminal Rp4,211 miliar.

(www.banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help