Yayasan Adaro Bangun Negeri

Memproyeksikan Masa Depan Melalui Pendidikan Karakter

Finlandia, negara yang menerapkan pembelajaran lebih banyak dengan metode bermain dibanding pembelajaran kelas. Dan disebut sebagai yang terbaik.

Memproyeksikan Masa Depan Melalui Pendidikan Karakter
istimewa/YABN

Sejumlah pakar menyebutkan bahwa kegagalan penanaman karakter pada seseorang anak sejak usia dini akan membentuk pribadi yang bermasalah di masa dewasa kelak.

Oleh karena itu, penanaman moral melalui pendidikan karakter sedini mungkin kepada anak menjadi kunci utama untuk membangun sebuah bangsa.

Menyadari pentingnya pendidikan karakter, sejak tahun 2011 Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) konsisiten menerapkan Pendidikan Holistik Berbasis Karakter (PHBK), bekerjasama dengan Indonesia Heritage Foundation (IHF).

Melalui program Adaro Nyalakan Ilmu, YABN melakukan pembinaan kepada 63 PAUD dari kabupaten Tabalong, Balangan, Barito Timur, Kabupaten Banjar, Barito Koala hingga Muara Tuhup Kalimantan Tengah.

Hari Anak Nasional
Hari Anak Nasional (istimewa/yayasan anak bangun negeri)

Ratusan guru dilatih dalam menerapkan konsep PHBK melalui pembelajaran pendidikan yang patut bagi anak dengan mengacu pada 9 pilar pembentukan karakter pada caturwulan pertama tahun 2018 silam.

Sebelumnya lagi, pada tahun 2017 juga dilakukan pengenalan konsep PHBK kepada 1.000 guru PAUD yang ada di Kalimantan Selatan dan Tengah.

Konsep PHBK bertujuan untuk membentuk manusia secara utuh (holistik) berkarakter, yang mengembangkan aspek fisik, emosi, sosial, kreativitas, spiritual dan intelektual siswa secara optimal, serta membentuk manusia life long learners atau seorang pembelajar sejati.

“PHBK merupakan konsep pendidikan yang sesuai dengan perkembangan usia anak, pada salah satu implementasinya saat menegur atau memerintahkan siswa untuk fokus dalam proses belajar tidak harus dengan suara keras. Dengan kosep pendidkan karakter yang holistik siswa mampu menjadi lebih mandiri, bertanggung jawab dan toleransi. Bahkan di tahun ajaran baru ini saat siswa baru masuk masih dengan sikap ingin semaunya, tetapi setelah mendapatkan asupan PHBK siswa menjadi lebih sopan, mau berbagi, dan antri saat bermain serta belajar bersama, " tutur Meldawati Kepala Sekolah PAUD Banua Firdaus binaan YABN di Kabupaten Tabalong.

Menurut penjelasan salah seorang orang tua siswa, anak menjadi percaya diri, senang bergaul, dan mandiri sehingga berani mengungkapkan pendapat di depan umum, serta jadi lebih santun, mau bertanggung jawab.

“Anak saat dirumah mengucapkan kata tolong saat minta diambilkan sesuatu dan mengucap terimakasih sesudah dibantu, ”ungkapnya.

(1) Cinta Tuhan dan segenap ciptaanNya, (2) Tanggung jawab, kedisiplinan dan kemandirian, (3) Kejujuran dan diplomasi, (4) Hormat dan Santun, (5) Dermawan, suka menolong dan gotong royong, (6) Percaya diri, kreatif dan pekerja keras, (7) Kepemimpinan dan keadilan, (8) Baik dan rendah hati, (9) Toleransi kedamaian dan persatuan, menjadi pilar yang diajarkan kepada 84 PAUD binaan YABN untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan karakter di sejumlah kabupaten di Kalimantan Selatan & Tengah.

Halaman
123
Penulis: Dony Usman
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved