Berita Banjarbaru

Mengabdi ke Desa Nelayan Mahasiswa Malah Bikin Ini

Mahasiswa FMIPA ULM yang melakukan pengabdian masyarakat memberikan beberapa rumah ikan.

Mengabdi ke Desa Nelayan Mahasiswa Malah Bikin Ini
Mahasiswa FMIPA ULM
Mahasiswa FMIPA ULM membikin rumah pengeringan ikan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Desa Telagalangsat Kecamatan Takisung Tanahlaut adalah salah satu desa penghasil ikan asin kering di Kalsel. Mayoritas masyarakatnya bekerja sebagai nelayan yang menjual hasil tangkapan secara fresh dan sebagian dijadikan ikan asin.

Sayangnya hingga kini warga Telagalangsat masih bergantung ke alam dalam pembuatan ikan kering. Dengan dijemur dibawah sinar matahari ikan akan mengering dengan sendirinya.

Hal itu membuat mahasiswa KKN-PPM ULM FMIPA ULM di desa itu mulai menciptakan teknologi sederhana untuk menunjang pekerjaan warga.

Baca: Nonbar 22 Menit Bersama Polres Banjarbaru, Begini Kesan Ketua DPRD Banjarbaru

Salah satunya dengan membuat rumah ikan alias rumah pengeringan ikan.

"Pas kami datang ke sana, kami mencari tahu apa yang bisa kami berikan untuk warga disana dan masalah apa yang dihadapi mereka, ternyata ikan yang mereka jemur itu sering dipatok ayam saat proses penjemuran," jelas Aldi, salah satu mahasiswa KKN-PPM ULM FMIPA ULM di desa itu, saat ditemui di kampusnya FMIPA ULM, di Banjarbaru, Senin (23/07/2018).

Rumah ikan sendiri jelas Aldi dibuat dengan bahan sederhana di antaranya kayu dan plastik. Pembuatannya pun sebutnya mudah.

Baca: Bukit Villa di Cempaka Heboh Kasus Pemerkosaan, Polisi Kejar Pelaku Selama 4 Jam

Rumah ikan juga bisa dibuat berlapis agar bisa menampung banyak ikan untuk dikeringkan.
"Dengan bahan sederhana dan mudah didapat, pastinya biaya pembuatan juga lebih murah," ujarnya kepada Banjarmasinpost.co.id.

Disamping itu sebutnya pengrajin kini juga harus mulai mengedepankan kebersihan ikan kering yang dijual. Dengan memakai rumah ikan, ikan yang dijemur juga akan bebas dari debu.

Tak hanya mengajarkan membuat rumah ikan, mahasiswa yang melakukan pengabdian masyarakat di desa itu sejak 27 Juni sampai 28 Juli mendatang juga memberikan beberapa rumah ikan kepada masyarakat.

"Itu sebagai contoh, dan semoga bermanfaat dan bisa diikuti warga lain," ucapnya.

Sementara salah satu nelayan di Telagalangsat, adalah Rudinoor. Melalui sambungan telepon ia mengatakan senang dengan adanya rumah ikan buatan dari mahasiswa KKN.

Teknologi sederhana sebutnya memang kadang tidak terpikir oleh masyarakat seperti dirinya.
"Kita sibut cari ikan, membuat ikan asin, jadinya lupa bagaimana mengembangkan agar pekerjaan ini lebih mudah dan cepat," ujarnya.

Ia mengatakan juga berterimakasih atas kunjungan mahasiswa yang sudah melaksanakan banyak kegiatan di kampungnya.

"Semoga tahun depan kampung kami dikunjungi lagi saja," harap dia.

Selain membuat rumah ikan, kegiatan lain yang adakan oleh mahasiswa di desa itu diantaranya, sosialisasi sikat gigi dan cuci tangan yang baik, pelatihan teknis pengolahan SDA, sosialisasi entrepreneur skill, sosialisasi internet sehat, dan pengadaan rumah pengeringan ikan. (Banjarmasinpost.co.id /milna)

Penulis: Milna Sari
Editor: Sofyar Redhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved