Berita Banjarbaru

Nelayan Tangkisung Senang Mahasiswa FMIPA ULM Buatkan Rumah Ikan

Sayangnya hingga kini warga Telaga Langsat masih bergantung ke alam dalam pembuatan ikan kering yakni dengan dijemur di bawah sinar matahari.

Nelayan Tangkisung Senang Mahasiswa FMIPA ULM Buatkan Rumah Ikan
istimewa
Mahasiswa FMIPA ULM saat KKN di Kecamatan Takisung membuatkan nelayan rumah pengeringan ikan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Desa Telaga Langsat Kecamatan Takisung Kabupaten Tanahlaut adalah salah satu desa penghasil ikan asin kering di Kalsel. Mayoritas masyarakatnya bekerja sebagai nelayan yang menjual hasil tangkapan secara fres dan sebagian dijadikan ikan asin.

Sayangnya hingga kini warga Telaga Langsat masih bergantung ke alam dalam pembuatan ikan kering yakni dengan dijemur di bawah sinar matahari. Cara ini, membuat pengolahan ikan kering kerap berhadapan permasalahan cuaca maupun lingkungan.

Situasi itu mendorong mahasiswa KKN-PPM ULM FMIPA ULM di desa itu untuk menciptakan teknologi sederhana guna menunjang pekerjaan warga. Salah satunya dengan membuat rumah ikan alias rumah pengeringan ikan.

"Saat kami datang ke sana, kami mencari tahu apa yang bisa kami berikan untuk warga disana dan masalah apa yang dihadapi mereka. Ternyata ikan yang mereka jemur itu sering dipatok ayam saat proses penjemuran," jelas salah satu mahasiswa KKN-PPM ULM FMIPA ULM di desa itu, Aldi saat ditemui di kampusnya FMIPA ULM, di Banjarbaru, Senin (23/07/2018).

Baca: Ini Sebabnya Kenapa Goa di Tanbu Ini Dinamakan Liang Bangkai

Rumah ikan sendiri jelas Aldi dibuat dengan bahan sederhana diantaranya kayu dan plastik. Pembuatannya pun sebutnya mudah. Rumah ikan juga bisa dibuat berlapis agar bisa menampung banyak ikan untuk dikeringkan.
"Dengan bahan sederhana dan mudah didapat, pastinya biaya pembuatan juga lebih murah," ujarnya kepada Banjarmasinpost.co.id.

Disamping itu sebutnya pengrajin kini juga harus mulai mengedepankan kebersihan ikan kering yang dijual. Dengan memakai rumah ikan, ikan yang dijemur juga akan bebas dari debu.

Tak hanya sekadar mengajarkan membuat rumah ikan, mahasiswa yang melakukan pengabdian masyarakat di desa itu sejak 27 Juni sampai 28 Juli mendatang juga memberikan beberapa rumah ikan kepada masyarakat.

"Itu sebagai contoh, dan semoga bermanfaat dan bisa diikuti warga lain," ucapnya.

Baca: Mantan Suami Jessica Iskandar Tiba-Tiba Muncul dan Ucapkan Ini, Asli atau Palsu ya?

Sementara salah satu nelayan di Telaga Langsat, adalah Rudinoor mengaku senang dengan adanya rumah ikan buatan dari mahasiswa KKN. Teknologinya sederhana sekali, selama ini memang tidak terpikir oleh masyarakat seperti dirinya.
"Kita sibuk cari ikan, membuat ikan asin, jadinya lupa bagaimana mengembangkan agar pekerjaan ini lebih mudah dan cepat," ujarnya.

Ia juga berterimakasih atas kunjungan mahasiswa yang sudah melaksanakan banyak kegiatan di kampungnya.

"Semoga tahun depan kampung kami dikunjungi lagi saja," tambahnya.

Selain membuat rumah ikan, kegiatan lain yang adakan oleh mahasiswa di desa itu diantaranya, sosialisasi sikat gigi dan cuci tangan yang baik, pelatihan teknis pengolahan SDA, sosialisasi entrepreneur skill, sosialisasi internet sehat, dan pengadaan rumah pengeringan ikan. (Banjarmasinpost.co.id /milna)

Penulis: Milna Sari
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help