Nasional

Ratusan Barang Tak Lazim Diangkut Pakai Truk Besar dari Lapas Sukamiskin

Dirjen Pas Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) mengeluarkan ratusan barang yang tidak seharusnya berada di kamar tahanan terpidana korupsi.

Ratusan Barang Tak Lazim Diangkut Pakai Truk Besar dari Lapas Sukamiskin
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Barang bukti yang ditemukan di Lapas Sukamiskin 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Petugas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen Pas) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) mengeluarkan ratusan barang yang tidak seharusnya berada di kamar tahanan terpidana kasus korupsi yang mendekam di Lapas Sukamiskin, Minggu (22/7/2018) malam.

Barang-barang yang seharusnya tidak ada di kamar tahanan itu diyakini sudah ada sejak lama. Di antaranya kulkas satu hingga dua pintu, televisi, pemanggang roti, pemanas kopi, dispenser, penanak nasi, ponsel, mini tape, speaker, gas untuk memasak mulai dari 5 kg hingga 50 kg, kompor hingga uang ratusan juta rupiah. Usai disita, barang-barang tersebut diangkut ke sebuah truk besar.

Baca: Pendaftar CPNS 2018 Wajib Selfie Saat Masukkan Data, Simak Penjelasan Badan Kepegawaian Negara

Namun, kasus itu terungkap bersamaan dengan operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kalapas Sukamiskin, Wahid Husein.

"Inilah barang-barang yang ada di dalam kamar. Sebagaimana diketahui, Lapas Sukamiskin ada 522 kamar dan dihuni 444 terpidana. Barang-barang ini disita dari sejumlah kamar. Hanya saja, ada beberapa kamar yang tidak kami monitoring karena kebetulan masih dalam keadaan disegel, kami tidak sentuh karena menghargai KPK," ujar Sri Puguh Budi Utama, Direktur Dirjen Pas Kemenkum HAM.

Penyitaan barang-barang tersebut dilakukan sebelum tengah malam ini. Sri menyebut para terpidana korupsi yang memiliki barang-barang tersebut memakluminya.

Baca: Jokowi Ungguli Prabowo Subianto Saat Rakorda Partai Demokrat

Pada kesempatan itu, Sri memaklumkan sejumlah hal. "Berdasarkan standar yang harus ada di dalam kamar, kami memaklumi ada dispenser untuk minum karena bagaimana pun itu kebutuhan pokok. Kemudian kipas angin memang masih ada, dibiarkan untuk tetap disini karena kondisi ruangan sempit, sehingga kami khawatir terpidana ini mengalami gangguan kesehatan," ujar Sri.

Baca: Unggul 46 Poin, Marc Marquez Ejek Valentino Rossi Jelang MotoGP Republik Ceko

Hanya memang, sebenarnya tujuan pemidanaan dalam ilmu pukum pidana sebagai efek jera ‎sudah terwakili dengan pembatasan hak seorang terpidana.

Ruangan sempit ini juga berpengaruh pada aktifitas terpidana di dalam kamar tahanan. Ia menyebutkan, kamar tahanan berdampingan dengan kamar mandi sehingga saat sembahyang kerap terjadi rembesan air.

Baca: Ini Curhatan Mezut Oezil Saat Umumkan Pensiun dari Timnas Jerman

"Untuk TV di kamar kami keluarkan dan dipasang di ruang publik. Lapas di negara lain juga sama, ada TV tapi harus di luar kamar," katanya.

Ia menegaskan semua barang-barang yang disita tersebut semunya tidak boleh ada di kamar tahanan.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Dirjen PAS : Ruangan Sangat Sempit, Kami Memaklumi Ada Dispenser dan Kipas Angin di Kamar Terpidana

Editor: Rendy Nicko
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved