Sambur Naga Ala Pemuda Loksado

Sebelum Sambur Naga, Ada Tarian Arak Igal Bajang

Kreativitas pemuda dan pemudi dari Loksado tidak hanya melakukan atraksi Sambur Naga, namun juga ada tarian Arak Igal Bajang.

Sebelum Sambur Naga, Ada Tarian Arak Igal Bajang
istimewa/ Sanggar Budaya Pusaka Loksado
Tarian Arak Igal Bajang 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Kreativitas pemuda dan pemudi dari Loksado tidak hanya melakukan atraksi Sambur Naga, namun juga ada tarian Arak Igal Bajang kreasi para pemuda asli Loksado.

Kreasi yang baru diciptakan ini juga sudah ditampilkan di tingkat nasional.

Tarian ini merupakan perpaduan dari tarian asli Loksado yakni tarian Bakanjar dan tarian Babangsai dikreasi oleh para pemuda Loksado menjadi tarian Arak Igal Bajang.

Tarian yang baru dikreasikan sejak Agustus 2016 ini mulai menarik perhatian. Tarian ini tidak hanya ditampilkan diwilayah Kabupaten HSS namun juga sudah tampil event festival Banjar yang dilaksanakan di Jakarta belum lama tadi.

Baca: Penerimaan CPNS 2018, Berikut Formasi Yang Dibutuhkan Pemerintah

Pembina Sanggar Seni dan Budaya Pusaka Meratus binaan Abdurrahim Suryanegara mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan Kreativitas yang positif.

"Kita bisa melakukan tarian dan juga bisa melakukan atraksi sambur naga. Jadi kita akan menyesuaikan dengan kegiatan yang akan diikuti atau sesuai dengan permintaan panitia kegiatan," katanya, kemaren.

Baca: Selama 2 Tahun Suaminya Dipenjara, Hal Ini yang Dilakukan Inneke Saat Berkunjung ke Lapas Sukamiskin

Untuk tarian Arak Igal Bajang dikatakannya merupakan tarian kreasi yang memadukan dua tarian asli Loksado yang ada memiliki filosofinya dan pesan moril hingga pesan sosial.

"Tarian muda-mudi ini menunjukkan kerjasama dari dua lawan jenis untuk melakukan suatu pekerjaan dengan baik dan hingga tuntas sampai ke tujuan," kata Abdurrahim Suryanegara, kemarin.

Baca: Nyatakan Dukungan untuk Jokowi di Pilpres 2019, Ini Cawapres Pilihan Pekerja Migran RI di Hongkong

Pada gerakan tarian ini juga ada pesan khusus kepada semua orang yang melihat. Saat para penari melakukan gerakan mengayun Mandau dan menggigitnya dimulut ada pesan khususnya.

Pesannya jangan merusak alam bumi Meratus. Dengan gerakan Mandau atau parang itu menandakan bahwa pemuda pemudi Loksado ingin menjaga keasrian alam Loksado dan bumi Meratus.

(banjarmasinpost.co.id/aprianto)

Penulis: Aprianto
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved