Wacana Zonasi Guru

SMK Kekurangan Guru Produktif, 50 Persen Diisi Tenaga Honorer

Sementara Syarifuddin, Kepala SMAN3 Banjarmasin berujar, sejauh ini belum ada pendataan guru-guru untuk zonasi pemerataan.

SMK Kekurangan Guru Produktif, 50 Persen Diisi Tenaga Honorer
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sementara Syarifuddin, Kepala SMAN3 Banjarmasin berujar, sejauh ini belum ada pendataan guru-guru untuk zonasi pemerataan.

"Belum ada petunjuk pelaksanaan. Jika sudah ada kemudian akan diikuti," katanya.

Jika di level SMA, tentunya SMK yang berbasis kejuruan memerlukan guru spesifikasi keahlian.

Baca: Daftar Artis yang Terseret Kasus Korupsi, Mulai Inneke Koesherawati Hingga Jennifer Dunn

Baca: Video Ular Piton Raksasa Sepanjang 8 Meter Kejutkan Pemancing, Warga Langsung Lakukan Ini

Baca: Foto Jadul Krisdayanti Saat Jadi Cover Majalah Jadi Sorotan Masih Asli Made In Allah

"Jika kemudian diterapkan di SMK, akan tidak mungkin sebab kejuruan satu bisa saja didatangkan dari orang luar daerah," kata Muryadi, Ketua MKKS SMK.

Kepala SMKN 3 Banjarmasin ittu berujar, kondisi saat ini untuk SMK kekurangan guru produktif.

"Guru di SMK kekurangan guru produktif, apalagi yang berstatus PNS. 50 persen guru di SMK masih diisi oleh tenaga honorer," ucapnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help